Pengamanan Larung Sesaji Sedekah Laut Sambiroto Berjalan Aman, Satpolairud Polresta Pati Kawal Tradisi Nelayan
PATI – NOTOPROJO.ID
Satpolairud Polresta Pati mengamankan pelaksanaan tradisi Sedekah Laut atau larung sesaji yang digelar masyarakat nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Sabtu (11/7/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan pengamanan dipimpin Ps. Kasubnit Patwal Air Satpolairud Polresta Pati Aipda M. Muhlisin bersama personel Satpolairud dan anggota Polsek Tayu. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan di perairan.
Tradisi sedekah laut diawali dengan persiapan rombongan panitia pada pukul 09.30 WIB. Dengan pengawalan petugas, rombongan berangkat dari TPI Desa Sambiroto menuju perairan Pecangaan, Batangan, menggunakan kapal nelayan untuk melaksanakan prosesi larung sesaji.
Dalam prosesi tersebut, sesaji berupa satu kepala kambing dilarung ke laut sebagai bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat nelayan. Sekitar 50 perahu nelayan tradisional ikut mengiringi prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Selain melakukan pengamanan, personel Satpolairud juga menyiapkan berbagai sarana keselamatan, antara lain life jacket, ring buoy, megaphone, serta kendaraan operasional guna mendukung kelancaran kegiatan dan mengantisipasi situasi darurat.
Prosesi larung sesaji selesai sekitar pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan dengan konsolidasi panitia bersama petugas pengamanan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya acara.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, SH, MM, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam setiap kegiatan budaya yang melibatkan aktivitas di wilayah perairan.
“Tradisi sedekah laut merupakan warisan budaya yang perlu dijaga bersama. Kehadiran personel Satpolairud bertujuan memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan tertib serta tetap mengutamakan keselamatan selama berada di laut,” ujar Kompol Hendrik Irawan.
Ia juga mengimbau para nelayan dan masyarakat agar selalu memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan, memantau kondisi cuaca, serta mematuhi arahan petugas demi mencegah terjadinya kecelakaan perairan.
Kompol Hendrik menambahkan, apabila masyarakat menemukan keadaan darurat, tindak pidana, maupun membutuhkan bantuan kepolisian, diimbau segera menghubungi layanan Call Center Polri 110. Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif kepada masyarakat.
(Humas Resta Pati)














