Plt Bupati Pati: Kesehatan Mental Ibu Jadi Kunci Ketahanan Keluarga
PATI – NOTOPROJO.ID
Kesehatan mental ibu dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera. Karena itu, menjaga kesehatan mental perempuan, khususnya para ibu, bukan hanya menjadi tanggung jawab mereka sendiri, melainkan juga seluruh anggota keluarga, terutama sosok ayah.
Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 bertema “Merawat Kesehatan Mental Ibu sebagai Pilar Ketahanan Keluarga” di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Pati bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati itu dihadiri jajaran pengurus TP PKK, kader PKK, serta berbagai organisasi perempuan.
Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental ibu agar mereka mampu menjalankan perannya secara optimal.
“Menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama. Ayah harus hadir memberikan dukungan kepada istri agar tercipta keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera,” ujar Chandra.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Menurutnya, orang tua harus mampu menjadi sahabat bagi anak-anak sekaligus bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial agar tidak memicu kesalahpahaman maupun tekanan psikologis.
“Orang tua harus menjadi sahabat bagi anak-anaknya. Dampingi tumbuh kembang mereka dan bijaklah dalam menyaring informasi dari media sosial,” katanya.
Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa penguatan kesehatan mental ibu merupakan bagian penting dalam menciptakan keluarga yang berkualitas. Melalui kegiatan tersebut, PKK ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak kesehatan keluarga dan masyarakat.
“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing sehingga mampu melahirkan keluarga yang sehat, kuat, dan saling mendukung,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Klinis RSUD RAA Soewondo Pati, Siti Fathurrohmah, S.Psi., Psikolog, memaparkan bahwa para ibu kerap menghadapi beban ganda sebagai pengasuh, pengelola rumah tangga, pekerja, hingga pelaku kegiatan sosial. Kondisi tersebut berpotensi memicu burnout atau kelelahan emosional apabila tidak dikelola dengan baik.
Ia mengimbau para ibu untuk tidak memendam persoalan maupun melampiaskannya melalui media sosial. Menurutnya, mengenali tanda-tanda kelelahan mental, meluangkan waktu untuk self-care, serta mencari bantuan profesional atau berbagi cerita dengan orang terpercaya merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
“Dukungan suami dan keluarga menjadi kunci terjaganya kesehatan mental ibu,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pati bersama TP PKK berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya kesehatan mental ibu sebagai pilar ketahanan keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Pati yang sehat, tangguh, dan berkualitas














