Bupati Harno Turun Tangan, Longsor Jalan Sedangagung–Grawan Segera Ditangani Permanen
REMBANG – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan penanganan permanen untuk titik longsor di ruas Jalan Sedangagung–Grawan yang menghubungkan Kecamatan Kaliori dan Kecamatan Sumber. Langkah ini dilakukan guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman dan lancar, mengingat lokasi tersebut berulang kali mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.
Bupati Rembang, Harno, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang meninjau langsung lokasi longsor pada Rabu (10/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan rencana penanganan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi lapangan dan mampu menjadi solusi jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Harno menegaskan bahwa penanganan longsor menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia menginginkan perbaikan yang dilakukan kali ini benar-benar tuntas sehingga masyarakat tidak lagi terganggu oleh kerusakan jalan yang terus berulang.
Menurut Harno, berdasarkan laporan DPUTaru, titik longsor tersebut telah beberapa kali diperbaiki. Namun, kondisi tanah yang labil menyebabkan badan jalan kembali mengalami penurunan dan kerusakan.
“Sudah empat atau lima kali diuruk, tetapi amblas lagi. Kali ini kami berupaya agar penanganannya benar-benar selesai. Kuncinya ada pada desain yang kuat dan pondasi yang dalam,” ujar Harno usai meninjau lokasi.
Ia juga meminta tim teknis memastikan seluruh konstruksi yang akan dibangun memiliki tingkat keamanan yang memadai. Jika diperlukan, penguatan tambahan dapat dilakukan untuk menjamin ketahanan struktur dalam jangka panjang.
“Kalau masih kurang yakin, memungkinkan ditambah penyangga untuk memperkuat konstruksi. Namun jika para ahli teknik PU sudah yakin dengan hasil perhitungannya, tentu tidak perlu. Saya hanya menyarankan agar dibuat sekuat mungkin,” tambahnya.
Harno berharap proses penanganan dapat segera dimulai agar akses masyarakat kembali aman dan nyaman digunakan.
“Mudah-mudahan tidak lama. Bulan Juni ini kami upayakan sudah mulai dikerjakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan bahwa pekerjaan akan diawali dengan pembongkaran tanah yang telah bergeser akibat longsor.
Selanjutnya, DPUTaru akan membangun dinding penahan tanah menggunakan konstruksi beton bertulang dengan pondasi strauss pile. Dinding penahan tanah tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 40 meter dengan tinggi sekitar 4 meter.
“Secara teknis, tanah yang bergeser akan kami bongkar terlebih dahulu, kemudian dipasang dinding penahan tanah dengan konstruksi beton bertulang dan pondasi strauss pile,” jelas Nugroho.
Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sistem drainase dengan memperbesar dimensi gorong-gorong serta memasang sayap saluran guna mengendalikan aliran air agar tidak kembali menggerus badan jalan maupun tebing di sekitarnya.
“Kami juga memperbesar gorong-gorong dan memasang sayapan untuk mengamankan aliran air, sehingga tidak kembali menyebabkan erosi pada badan jalan maupun tebing,” terangnya.
Berdasarkan hasil evaluasi teknis, penyebab utama longsor adalah kurang kuatnya struktur dinding penahan tanah yang ada saat ini. Oleh karena itu, konstruksi baru akan dirancang dengan spesifikasi yang lebih kokoh.
“Faktor longsor terjadi karena struktur dinding penahan tanah sebelumnya kurang kuat. Maka, kami akan menggantinya dengan konstruksi yang lebih kuat dan sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.
Untuk merealisasikan pekerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta. Dengan penanganan yang lebih komprehensif dan permanen, ruas Jalan Sedangagung–Grawan diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Reporter : Cholil
Editor : Agus Suprianto














