Baznas-PKK Jateng Bekali Ratusan Mustahik Keterampilan Usaha Produktif
SEMARANG – NOTOPROJO.ID
Harapan untuk bangkit dari keterbatasan ekonomi kini terbuka bagi ratusan mustahik di Jawa Tengah, setelah mendapatkan pelatihan keterampilan usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Melalui kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Teknik Penataan Parcel yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang pada 12–13 Maret 2026, sebanyak 120 mustahik dari berbagai daerah, dibekali keterampilan usaha produktif.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyampaikan, program itu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelatihan tersebut diharapkan mampu membantu mustahik meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Jadi, tujuan kita utamanya memang pengentasan kemiskinan, bagaimana meningkatkan ekonominya mustahik. Kita harapkan mereka nanti dari mustahik (orang yang berhak menerima zakat) menjadi muzakki (orang yang mengeluarkan zakat),” ujarnya usai pembukaan kegiatan, Kamis (12/3/2026).
Dia menjelaskan, pelatihan pembuatan parcel dipilih karena melihat peluang pasar yang terbuka lebar menjelang Hari Lebaran. Bekal keterampilan itu diperkuat dengan digital marketing, agar pemasaran produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng TP PKK dan GP Ansor NU Jateng yang memiliki jaringan kader luas di 35 kabupaten/ kota. Melalui jaringan tersebut, kader PKK dan GP Ansor diharapkan dapat membantu mempromosikan produk yang dihasilkan para peserta.
Tidak hanya memfasilitasi pelatihan, Baznas Jateng juga memberikan bantuan modal usaha. Total bantuan yang disalurkan kepada 120 mustahik mencapai Rp171.470.000.
“Kita berharap mereka bisa maju dengan modal pelatihan sedikit yang sudah diberikan, nanti biar bisa mengembangkan diri. Ini momentumnya bagus, meskipun agak lambat dikit,” harap Darodji.
Sementara itu, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Jateng, Indah Sumarno mengatakan, sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur TajYasin, pihaknya diminta berpartisipasi dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Terkait kegiatan ini, ia mendorong agar keterampilan membuat parcel dapat diimplementasikan peserta secara optimal. Menurutnya, usaha tersebut tidak hanya berpeluang pada momentum Hari Idulfitri, tetapi juga dapat dikembangkan secara berkelanjutan, karena peluang pasarnya cukup besar.
“Insyaallah kalau parsel itu pasarnya luas ya. Kalau orang mau pernikahan kan membutuhkan seserahan. Jadi mungkin arahnya, para instruktur mengajari bagaimana caranya mempercantik satu kemasan, sehingga orang tertarik untuk membeli,” ucap istri Sekda Jateng.
Dengan jaringan kader di 35 kabupaten/ kota, TP PKK Jateng berkomitmen membantu pemasaran produk peserta. Tidak hanya dilakukan melalui platform digital, tetapi juga secara getok tular atau dari mulut ke mulut.
Salah satu peserta pelatihan dari Kabupaten Tegal, Robit, mengatakan kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Dia mengakui, anggota keluarganya telah menjalankan usaha pembuatan parcel selama dua tahun terakhir.
Usaha tersebut hingga kini masih berjalan dengan melayani pesanan untuk Lebaran, pernikahan, maupun berbagai acara lainnya. Harapannya, pelatihan ini semakin memperkuat usaha yang telah dijalankan keluarganya.
“Kegiatan seperti ini membantu teman-teman lain untuk memulai usahanya. Karena ini juga waktunya mendekati lebaran, mungkin ada peminat yang nantinya memesan pascel,” kata Robit. (ADV)














