Konsolidasi DPC PDI Perjuangan di PAC Sukolilo Diperluas,Siapkan Kemenangan Pemilu 2029
PATI – NOTOPROJO.ID
Konsolidasi dengan tema Rapat PAC PDI Perjuangan Diperluas kembali digelar di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini merupakan agenda sosialisasi Peraturan Partai (PP) Nomor 1 Tahun 2025 guna memperkuat serta memperluas struktur organisasi hingga tingkat bawah, yakni RW (Rukun Warga), sebagai langkah strategis menghadapi agenda besar Pemilu mendatang, baik pemilihan legislatif maupun eksekutif. (11/03)
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati Ali Badrudin, anggota fraksi utusan partai Danu Ikhsan Hariscandra, jajaran pengurus DPC, Ketua PAC Kecamatan Sukolilo yang diwakili Didik beserta pengurus, serta ratusan kader dan simpatisan dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Pati bagian selatan tersebut.
Partai berlambang kepala banteng moncong putih yang dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu terus menggalang kekuatan organisasi dan menjaga kedekatan dengan akar rumput. Hal ini terlihat dari capaian perolehan kursi DPRD Kabupaten Pati yang mencapai 14 kursi, tertinggi dibanding partai lain, sebagai bukti soliditas konstituen.
Melalui perluasan struktur dan regenerasi kepengurusan partai hingga tingkat bawah, diharapkan kader PDI Perjuangan mampu meningkatkan daya saing politik sekaligus mengulang kesuksesan pada pemilu mendatang dengan menambah jumlah kader yang duduk di lembaga legislatif.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Ali Badrudin, S.E., M.E, yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari sosialisasi aturan organisasi terbaru.
“Acara ini sebagai sosialisasi Peraturan Partai PDI Perjuangan Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme organisasi serta mempertegas disiplin, komitmen ideologis, dan kesolidan kader,” tuturnya di sela sambutan.
Ia menjelaskan bahwa PP Nomor 1 Tahun 2025 diterapkan pasca hasil Kongres VI PDI Perjuangan di Bali yang juga memuat agenda penting terkait penataan organisasi serta penentuan kepengurusan dan ketua umum periode 2025–2030.
Dalam rapat tersebut dijelaskan mekanisme penjaringan kepengurusan. Untuk posisi Ketua PAC terdapat lima calon yang akan diseleksi, sementara di tingkat ranting juga disiapkan lima calon ketua dari masing-masing desa.
Pengurus PAC akan disaring oleh DPD Partai dan hasilnya disampaikan kepada DPC. Sementara proses penyaringan Ketua Ranting menjadi kewenangan DPC. Selanjutnya dari ketua ranting terpilih akan mengusulkan struktur anak ranting di tingkat RW yang dipandu oleh Ketua PAC.
Selain pembahasan organisasi, Ali juga memberikan motivasi kepada para kader. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Sukolilo selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung suara PDI Perjuangan di Kabupaten Pati.
“Dalam pilihan legislatif, PDI Perjuangan di Kecamatan Sukolilo belum ada sejarahnya kalah. Namun sayangnya pada periode ini belum ada wakil dari Sukolilo di DPRD. Untuk itu silakan ajukan calon terbaik pada Pemilu 2029 dan menangkan agar bisa duduk di DPRD Pati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya disiplin organisasi. Para kader diharapkan menjaga kekompakan, termasuk dengan mengenakan seragam partai saat menghadiri kegiatan resmi sebagai bentuk identitas dan kebanggaan kader PDI Perjuangan.
Usai kegiatan rapat konsolidasi, suasana kebersamaan berlanjut dengan agenda buka puasa bersama yang digelar di kediaman Ali Badrudin selaku tuan rumah sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Pati. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah awak media juga turut hadir memenuhi undangan.
Kehadiran insan pers dalam kegiatan tersebut menunjukkan hubungan yang baik antara pimpinan partai dan media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ali Badrudin dikenal terbuka dan menjalin komunikasi yang harmonis dengan awak media, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi informasi publik.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, PDI Perjuangan berharap struktur organisasi semakin kuat, kader semakin solid, serta komunikasi dengan masyarakat dan media tetap terjaga dengan baik dalam bingkai demokrasi yang sehat sesuai prinsip-prinsip kerja jurnalistik dan keterbukaan informasi.
/Red.














