Peduli Nasib Warganya, Camat Kayen Gandeng RSUD Kayen Tangani Warganya yang 17 Tahun Lumpuh
PATI – NOTOPROJO.ID
Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Kayen bersama RSUD Kayen dan sejumlah pihak terkait setelah mengetahui kondisi memprihatinkan Abdul Wahib (37), warga Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, yang telah sekitar 17 tahun mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja di lokasi penambangan emas di Kalimantan.
Setelah bertahun-tahun hanya terbaring di tempat tidur, Abdul Wahib akhirnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Kayen. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas sektor setelah kondisi kesehatannya menjadi perhatian publik di media sosial.
Camat Kayen, Sugiharto, SE, saat dikonfirmasi redaksi Notoprojo.id melalui sambungan telepon, Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa langkah penanganan terhadap Abdul Wahib telah dilakukan atas seizin dan sepengetahuan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Sugiarto menjelaskan, setelah mengetahui informasi mengenai kondisi Abdul Wahib yang beredar di media sosial, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati untuk mengambil langkah penanganan.
Sebagai Camat Kayen, ia kemudian menginisiasi koordinasi dengan berbagai pihak dan langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi Abdul Wahib secara langsung, melakukan asesmen, serta menentukan langkah terbaik yang harus segera dilakukan.
“Kami tidak ingin hanya mengetahui kondisi warga dari informasi yang beredar di media sosial. Karena itu, kami segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya, melakukan analisis, serta mengambil tindakan yang diperlukan,” jelasnya.
Menurut Sugiharto, penanganan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah desa, RSUD Kayen, Dinas kesehatan Pati, serta unsur terkait lainnya.
Ia menegaskan, seluruh pihak bergerak bersama dengan satu tujuan utama, yakni memastikan Abdul Wahib segera mendapatkan pelayanan dan penanganan kesehatan yang layak.
“Alhamdulillah, semua pihak bisa bersinergi. Pemerintah kecamatan menggandeng pemerintah desa, RSUD Kayen, dan jajaran kesehatan untuk bersama-sama membantu. Prioritas kami adalah bagaimana saudara Abdul Wahib bisa segera mendapatkan perawatan medis yang semestinya,” tambahnya.
17 Tahun Lumpuh Akibat Kecelakaan Tambang
Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi yang dialami Abdul Wahib bermula pada 2008. Saat masih muda, ia bekerja di sebuah lokasi penambangan emas di Kalimantan. Namun, musibah terjadi ketika dirinya tertimbun longsoran tanah akibat kecelakaan di lokasi tambang tersebut.
Setelah kejadian, Abdul Wahib sempat menjalani pengobatan tradisional atau sangkal putung selama kurang lebih tiga bulan. Selanjutnya, keluarga membawanya pulang untuk mendapatkan perawatan di RS Suharso Solo selama sekitar satu bulan.
Setelah menjalani perawatan, kondisinya sempat menunjukkan perkembangan. Abdul Wahib bahkan sudah mampu berdiri dengan berpegangan, berjalan menggunakan tongkat, serta duduk di kursi roda yang diberikan pihak rumah sakit.
Namun, ia tidak melanjutkan pengobatan ke RS Suharso Solo. Sejak saat itu, kondisi kesehatannya terus mengalami keterbatasan hingga akhirnya hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Selama ini, Abdul Wahib tinggal bersama kakak iparnya. Sementara kakak kandungnya diketahui merantau ke Jakarta. Kebutuhan sehari-hari dan perawatannya selama ini dibantu oleh kakak ipar serta anggota keluarga lainnya.
RSUD Kayen Langsung Berikan Penanganan Medis
Dalam kunjungan yang dilakukan Tim Kecamatan Kayen, kondisi Abdul Wahib ditemukan cukup memprihatinkan. Tubuhnya tampak lemah dan pucat, kedua kakinya mengecil serta tidak dapat digerakkan. Ia juga mengalami gangguan kemampuan merasakan sensasi pada kaki, gangguan BAB dan BAK, serta ditemukan luka tekan (dekubitus), diare, dan benjolan di bagian leher yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Setelah melakukan pemeriksaan awal dan berdiskusi dengan pihak keluarga, tim bersama RSUD Kayen sepakat membawa Abdul Wahib ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Abdul Wahib kemudian dibawa ke RSUD Kayen dan menjalani rawat inap di Ruang Cempaka. Penanganannya dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan pendampingan keluarga.
Direktur RSUD Kayen, dr. Bambang Santoso, MM, saat dikonfirmasi redaksi membenarkan bahwa Abdul Wahib saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Kayen.
Ia menyampaikan bahwa pasien mendapatkan penanganan medis sebagai upaya untuk membantu memulihkan kondisi kesehatannya agar memperoleh perawatan yang lebih baik.
Penanganan tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kesehatan Abdul Wahib melalui pemeriksaan dan perawatan medis sesuai kebutuhan pasien.
Bantuan Sosial Juga Menjadi Perhatian
Selain penanganan kesehatan, pemerintah kecamatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga Abdul Wahib.
Berdasarkan data yang dihimpun, Abdul Wahib sebelumnya tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Disabilitas sebesar Rp600.000 setiap tiga bulan sejak 2018 hingga Triwulan I 2025.
Ia juga pernah menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako dengan nominal Rp600.000 setiap tiga bulan sejak 2023 hingga Triwulan I 2025.
Namun, kedua bantuan tersebut terhenti karena status exclude pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara buku tabungan tidak terdistribusi.
Meski demikian, kepesertaan PBI JKN atau BPJS Kesehatan Abdul Wahib masih tercatat aktif. Ia juga masuk dalam kategori Desil 1, pernah menerima bantuan pangan Bulog berupa tiga karung beras dengan total 30 kilogram untuk periode Juli–September, serta mendapatkan prioritas bantuan sembako dari Pemerintah Desa Jatiroto.
Sebagai tindak lanjut, tim telah melakukan pemadanan data melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), pengusulan kembali bantuan melalui sistem tersebut, serta pengajuan melalui mekanisme Perlinsos.
Kecamatan Kayen juga menyerahkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama proses penanganan.
Kunjungan tersebut melibatkan Camat Kayen, Direktur RSUD Kayen beserta tim kesehatan, Plt Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kayen, Kasi Trantib, Kepala Tata Usaha Puskesmas Kayen, pendamping sosial PKH, pendamping TKSK, serta perangkat Desa Jatiroto.
Langkah kolaboratif tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pelayanan, khususnya warga dengan kondisi kesehatan dan keterbatasan sosial ekonomi.
Melalui sinergi pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan, diharapkan Abdul Wahib dapat memperoleh perawatan secara berkelanjutan serta kesempatan untuk mendapatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya dibutuhkan dalam urusan administrasi dan pembangunan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan cepat dan nyata.
Penulis : Heroe














