Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Dorong Goa Pancur Bangkit Jadi Destinasi Wisata Unggulan
PATI – NOTOPROJO.ID
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, S.E., mendorong pengembangan objek wisata Goa Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, agar kembali menjadi destinasi unggulan daerah. Potensi keindahan alam yang dimiliki Goa Pancur dinilai dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Hal tersebut disampaikan Ali Badrudin saat meninjau kawasan wisata Goa Pancur bersama Bupati Pati, anggota DPR RI Dr. Evita Nursanty, M.Sc., serta sejumlah pemangku kepentingan setempat.
Menurut Ali, Goa Pancur memiliki kekayaan alam yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Keberadaan lorong gua alami, aliran air, serta formasi stalaktit dan stalagmit menjadi modal penting yang perlu dikelola dan dipromosikan secara optimal.
“Goa Pancur memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Potensi ini perlu didukung dengan penataan kawasan, promosi yang lebih luas, serta pengelolaan yang baik agar semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung,” demikian pokok dorongan pengembangan wisata yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Goa Pancur memiliki panjang lorong yang diperkirakan mencapai 817 meter. Keunikan bentang alam di dalam gua menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan melalui konsep wisata alam yang tetap mengutamakan keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan.
Ali Badrudin Soroti Peluang Pengembangan Wisata
Dalam pembahasan pengembangan Goa Pancur, muncul sejumlah gagasan untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Salah satunya adalah konsep wisata susur gua menggunakan perahu yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Selain itu, terdapat gagasan penambahan fasilitas berupa kolam renang di area depan gua, spot foto, serta ornamen tematik seperti miniatur kapal pinisi untuk memperkuat daya tarik kawasan wisata.
Ali Badrudin menilai pengembangan potensi wisata daerah perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan berbagai pihak. Dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan destinasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
Meski demikian, gagasan penambahan fasilitas dan wisata susur gua perlu dikaji lebih lanjut. Aspek kondisi geologi, perubahan debit air, kelayakan teknis, keselamatan pengunjung, serta perlindungan ekosistem harus menjadi pertimbangan sebelum pelaksanaan.
Pengembangan Goa Pancur diharapkan tidak hanya menambah daya tarik wisata, tetapi juga menjaga keaslian alam yang menjadi kekuatan utama destinasi tersebut.
Promosi Jadi Kunci Mengangkat Potensi Goa Pancur
Selain pengembangan fasilitas, Ali Badrudin juga mendorong pentingnya promosi untuk memperkenalkan Goa Pancur kepada masyarakat luas. Promosi yang terarah diperlukan agar potensi wisata di Kabupaten Pati semakin dikenal, baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Upaya pengenalan potensi wisata tersebut turut dikaitkan dengan kegiatan bertajuk Mengenalkan Pesona Wisata Melalui Public Speaking yang mengangkat branding Wonderful Indonesia. Kegiatan itu dihadiri Dr. Evita Nursanty, M.Sc., Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Jawa Tengah III.
Melalui kegiatan tersebut, potensi destinasi lokal dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih komunikatif. Pemanfaatan media sosial, publikasi media, serta penyampaian informasi mengenai keunikan destinasi diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi.
Namun, promosi perlu diimbangi dengan kesiapan pengelolaan di lapangan. Kebersihan kawasan, aksesibilitas, fasilitas pendukung, pelayanan pengunjung, dan ketersediaan informasi wisata harus menjadi perhatian agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik.
Dorong Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Ali Badrudin berharap pengembangan Goa Pancur dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar destinasi. Peningkatan kunjungan wisata berpotensi membuka peluang usaha di sektor kuliner, penjualan produk lokal, jasa pemandu, hingga layanan pendukung pariwisata lainnya.
Karena itu, keterlibatan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan wisata. Pengembangan destinasi tidak semestinya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan usaha masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Sinergi antara DPRD, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pengelola, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar berbagai gagasan pengembangan dapat dikaji dan ditindaklanjuti secara konkret sesuai kewenangan serta kemampuan daerah.
Bagi Kabupaten Pati, Goa Pancur bukan sekadar objek wisata alam. Destinasi ini menyimpan peluang untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dorongan Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menjadi bagian dari upaya membangun kembali daya tarik Goa Pancur. Langkah selanjutnya adalah memastikan gagasan tersebut didukung perencanaan yang matang, promosi berkelanjutan, pengelolaan profesional, serta komitmen menjaga kelestarian alam.
(ADV)













