Puluhan Ribu Ton Pupuk Subsidi di Pati Belum Terserap, Kekeringan Jadi Dalih
PATI – NOTOPROJO.ID
Penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum mencapai target meski tahun anggaran 2026 tinggal menyisakan waktu sekitar dua bulan. Serangan hama dan kekeringan ekstrem menjadi faktor utama yang menyebabkan penyerapan sejumlah jenis pupuk subsidi masih rendah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Aldonny Nurdiansyah, mengungkapkan, tiga jenis pupuk subsidi yang penyerapannya belum optimal adalah urea, NPK, dan ZA.Kamis (15/10/26)
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Pati periode Januari hingga 12 Oktober 2026, penyerapan pupuk urea baru mencapai 72,67 persen atau sebanyak 27.541 ton dari total alokasi 37.900 ton.
Sementara itu, pupuk ZA baru terserap 431,08 ton atau 57,10 persen dari alokasi 755 ton. Adapun pupuk NPK terealisasi sebanyak 35.191 ton atau 80,90 persen dari total alokasi 43.500 ton.
“Untuk serapan pupuk NPK, asumsi kami masih rendah. Dari alokasi 43.500 ton, baru terserap 35.191 ton,” kata Aldonny.
Menurut Aldonny, rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi dipengaruhi sejumlah kendala di sektor pertanian. Salah satunya adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), terutama hama tikus, yang cukup tinggi pada musim tanam kedua (MT II).
“Rendahnya serapan ada beberapa penyebab. Pertama, serangan OPT pada MT II kemarin cukup tinggi, terutama tikus,” ujarnya.
Faktor berikutnya adalah kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih tidak menanam karena khawatir mengalami kerugian akibat minimnya ketersediaan air.
Keputusan petani untuk menunda atau tidak melakukan penanaman berdampak langsung terhadap kebutuhan pupuk di lapangan. Akibatnya, pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan belum dapat terserap sesuai target.
Pupuk bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi petani yang mengusahakan 10 komoditas pertanian, yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, kakao, dan ubi kayu atau singkong.
Dengan sisa waktu sekitar dua bulan sebelum memasuki 2027, Dinas Pertanian Kabupaten Pati berharap penyerapan pupuk bersubsidi dapat meningkat sehingga alokasi yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
Penulis: Heroe














