Hadapi Dampak Kemarau, PDAM Tirta Bening Pati Salurkan 40 Ribu Liter Air per Hari
PATI, NOTOPROJO.ID
Kemarau panjang mulai berdampak terhadap distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selama sekitar satu bulan terakhir, pasokan air kepada sebagian pelanggan mengalami gangguan dan harus dilakukan secara bergilir.
Kondisi tersebut terutama dirasakan pelanggan di wilayah Pati bagian timur, seperti Kecamatan Juwana, Batangan, dan Jakenan. Menurunnya debit air Sungai Silugonggo menjadi salah satu faktor yang menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah tidak dapat dilakukan secara normal.
Direktur PDAM Tirta Bening Pati, Prihanto, mengatakan pihaknya telah melakukan distribusi atau dropping air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdampak.
Menurut dia, setiap hari PDAM menyalurkan sekitar delapan tangki air bersih. Setiap truk tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter.
“Itu satu hari delapan kali sesuai permintaan juga dari pelanggan. Satu tangki 5.000 liter,” ujar Prihanto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/10/2026) siang.
Prihanto mengatakan, distribusi air bersih tersebut telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan terakhir. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan pelanggan di wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelanggan PDAM, tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air menurun.
Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirta Bening Pati mencapai sekitar 47.000 sambungan. Pelanggan tersebut tersebar di 13 kecamatan yang menjadi wilayah pelayanan Perusahaan Daerah tersebut.
“Kalau PDAM pelanggannya sudah sampai 47 ribu. Tersebar di 13 kecamatan yang baru bisa kita layani,” kata Prihanto.
Distribusi Air Dilakukan Bergilir
Gangguan pasokan air paling terasa di sejumlah wilayah Pati bagian timur. PDAM menerapkan sistem distribusi secara bergilir untuk menjaga agar pelayanan tetap dapat menjangkau pelanggan.
Prihanto menyebut wilayah Juwana, Batangan, dan Jakenan menjadi sejumlah daerah yang saat ini mendapat perhatian dalam pengaturan distribusi air.
“Untuk saat ini masih digilir di daerah timur. Itu banyak kita gilir di Juwana, Batangan, Jakenan,” ujarnya.
Menurut Prihanto, kondisi tersebut berkaitan dengan berkurangnya debit air di Sungai Silugonggo akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
PDAM Tirta Bening Pati pun terus melakukan penyesuaian distribusi sambil memberikan bantuan air melalui armada tangki kepada pelanggan yang membutuhkan.
Kondisi ini menunjukkan dampak kemarau tidak hanya dirasakan masyarakat yang mengandalkan sumber air secara langsung, tetapi juga turut memengaruhi sistem pelayanan air perpipaan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Penulis: Heroe














