Sungai Silugonggo Mengering, Dinas Pertanian Pati Minta BBWS Gelontorkan Air untuk Selamatkan Ribuan Hektar Sawah
PATI, NOTOPROJO.ID
Mengeringnya Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai mengancam keberlangsungan tanaman padi di sejumlah wilayah yang mengandalkan sungai tersebut sebagai sumber pengairan.
Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Dinas Pertanian Kabupaten Pati mendorong adanya langkah cepat untuk mengatasi keterbatasan pasokan air, terutama bagi lahan pertanian yang saat ini membutuhkan air untuk mempertahankan tanaman padi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan Pemkab Pati telah mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk meminta penggelontoran air ke Sungai Silugonggo.
Menurut Ratri, sumber air yang diharapkan dapat dialirkan berasal dari sejumlah waduk dan bendungan, di antaranya Kedung Ombo, Logung, maupun Gunung Rowo.
“Upaya selanjutnya ini kami, Pak Plt Bupati Pati sudah berupaya untuk bersurat kembali, berupaya untuk memohon kepada BBWS menggelontorkan yang dari Kedung Ombo, Logung atau mungkin dari Gunung Rowo,” ujar Ratri.
Ratri menilai penggelontoran air diperlukan untuk membantu mempertahankan ketersediaan air bagi lahan pertanian di sepanjang aliran Sungai Silugonggo.
Terlebih, berkurangnya pasokan air sungai terjadi ketika kebutuhan pengairan tanaman padi masih cukup tinggi. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak terhadap hasil panen petani.
BBWS Pemali Juana Gelar Rapat Koordinasi
Permintaan Pemkab Pati tersebut mendapat respons dari BBWS Pemali Juana. Lembaga tersebut menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, termasuk pengelola Bendungan Logung dan Kedung Ombo.
Staf Teknis BBWS Pemali Juana Wilayah Pati, Agus Yanto, mengatakan rapat tersebut membahas kondisi kekeringan Sungai Silugonggo sekaligus kemungkinan langkah penanganannya.
“Kalau untuk kekeringan di Sungai Silugonggo itu hari ini dari Balai Besar Pemali Juana melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pemangku kebijakan,” kata Agus ke
Namun, Agus belum dapat menjelaskan secara rinci hasil pembahasan, termasuk keputusan mengenai rencana penggelontoran air ke Sungai Silugonggo.
“Nanti hasilnya kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Antisipasi Kekeringan
Agus menjelaskan, kondisi Sungai Silugonggo yang mengalami kekeringan tidak terlepas dari faktor cuaca.
Menurut dia, potensi kekeringan pada tahun ini sebenarnya telah diprediksi sebelumnya. Karena itu, BBWS Pemali Juana telah mengingatkan pengelola bendungan agar melakukan penghematan penggunaan air.
“Kalau yang tahun ini pengaruh El Nino sudah diprediksikan jauh-jauh hari. Antisipasi kita sebetulnya kemarin terkait penghematan air di bendungan-bendungan,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pasokan air untuk membantu mengairi Sungai Silugonggo dapat berasal dari Bendungan Kedung Ombo dan Logung.
Kini, keputusan mengenai kemungkinan penggelontoran air kembali menunggu hasil koordinasi BBWS Pemali Juana dengan para pengelola bendungan dan pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, Dinas Pertanian Pati berharap langkah tersebut dapat segera direalisasikan agar ketersediaan air untuk lahan pertanian tetap terjaga dan petani tidak semakin terbebani akibat kekeringan.
Penulis : Heroe














