Komisi V DPR RI Tegaskan Pendidikan Anak Kurang Mampu Tak Boleh Terabaikan
PONTIANAK – NOTOPROJO.ID
Penyediaan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu membutuhkan komitmen kuat agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya.
Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak yang membutuhkan tetap memperoleh kesempatan untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI melihat secara langsung kondisi fasilitas sekaligus pelaksanaan program Sekolah Rakyat di lokasi.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pendidikan dalam program tersebut diberikan secara gratis dan dibiayai oleh negara.
“Dan gratis, dibiayai oleh negara. Kita dukung program ini. Kami akan berusaha supaya seluruh kabupaten-kota di Indonesia paling tidak satu kabupaten-kota ada satu sekolah rakyat. Itu target kita,” ujar Lasarus.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Lasarus juga menekankan bahwa persoalan sarana dan prasarana masih dapat diperbaiki secara bertahap. Namun, kesempatan anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tidak boleh dikorbankan.
“Ya, tidak apa-apa atap kita korbankan. Yang penting jangan mengorbankan anak-anak yang tidak mampu untuk tidak mendapat kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Komisi V DPR RI memastikan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat terus diberikan, sehingga keberadaannya tidak sekadar menjadi fasilitas pendidikan, tetapi mampu menjadi jalan bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Editor : Agus suprianto














