Adhyaksa Cup 2026, Sinergi PSSI dan Kejari Pati Dorong Sepak Bola Usia Dini Berkarakter
PATI – NOTOPROJO.ID
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pati bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati menghadirkan Adhyaksa Cup 2026, turnamen sepak bola usia dini berskala nasional yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, sportivitas, disiplin, integritas, dan masa depan generasi muda.
Ketua PSSI Kabupaten Pati Dian Dwi Budianto mengatakan, Adhyaksa Cup 2026 menjadi langkah penting untuk membawa sepak bola Pati ke level yang lebih luas.
Menurut Dian, kompetisi tersebut tidak sekadar mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.
“Adhyaksa Cup ini bukan sekadar turnamen. Kami ingin menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk membangun ekosistem sepak bola Pati yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Dian Dwi Budianto.
Turnamen Adhyaksa Cup 2026 mempertandingkan dua kelompok umur, yakni U-10 dan U-12. Untuk kelompok U-12, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026, sedangkan kelompok U-10 digelar pada 5–6 September 2026.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 43 tim telah terdaftar dari kedua kelompok umur tersebut. Peserta berasal dari tiga provinsi dan 10 kota, sehingga kompetisi ini memiliki cakupan nasional.
Untuk kelompok U-12 terdapat 24 tim, sedangkan kelompok U-10 diikuti 19 tim. Secara keseluruhan, turnamen akan menyajikan sekitar 107 pertandingan dengan venue utama di Stadion Joyokusumo Pati.
Dian menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan bagian dari komitmen PSSI Pati dalam memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dengan tim dari berbagai daerah.
“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karakter anak. Sportivitas, disiplin, integritas, fair play dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari proses pembinaan,” jelasnya saat press Conrence di Kantor KONI Pati .Sabtu (22/08/26)
Sinergi PSSI dan Kejari Pati
Adhyaksa Cup 2026 lahir dari sinergi antara PSSI Kabupaten Pati dan Kejaksaan Negeri Pati. Kolaborasi tersebut menggabungkan semangat olahraga dengan nilai-nilai pembentukan karakter dan integritas.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan mendapatkan pengalaman berkompetisi sekaligus memahami pentingnya menghormati lawan, menaati aturan, menjunjung sportivitas dan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalani.
Dian menegaskan, pembinaan sepak bola tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, sponsor, masyarakat, klub, sekolah hingga orang tua.
“Kami berusaha membangun semuanya secara bertahap. Tidak bisa langsung besar, tetapi kami terus melakukan perbaikan dan membutuhkan dukungan dari semua pihak,” katanya.
Turun ke Desa dan Perluas Pembinaan
Komitmen PSSI Pati dalam mengembangkan sepak bola juga dilakukan melalui pembinaan langsung di tingkat desa.
Pengurus PSSI Pati telah mendatangi sekitar 17 desa untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan sepak bola masyarakat, termasuk bantuan berupa bola, sepatu dan perlengkapan olahraga lainnya.
Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin, sekitar dua minggu sekali atau paling tidak satu bulan sekali, dengan melibatkan masyarakat dan komunitas sepak bola setempat.
Dukungan dari pihak swasta dan sponsor juga menjadi bagian penting dalam menjalankan program tersebut. Bahkan, penyelenggaraan Adhyaksa Cup 2026 disebut tidak menggunakan anggaran APBD murni, melainkan didukung melalui sponsorship.
Dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap, jumlah pemain dan anggota yang terlibat juga terus bertambah. Dari awalnya hanya beberapa orang, kini berkembang menjadi sekitar 150 pemain atau anggota.
Selain pembinaan usia dini, PSSI Pati juga mulai mengembangkan pembinaan kelompok senior sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola secara berjenjang.
Ditargetkan Menjadi Agenda Tahunan
Adhyaksa Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. PSSI Pati bersama Kejari Pati berkomitmen menjadikan kompetisi tersebut sebagai agenda tahunan.
Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Bhakti Adhyaksa sekaligus ruang pembinaan bagi generasi muda.
“Kami tidak ingin Adhyaksa Cup berhenti di tahun ini. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlangsung setiap tahun dan tetap menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang, berprestasi dan mendapatkan pengalaman,” ujar Dian.
Para peserta juga akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi. Sementara tim yang berhasil menjadi juara akan memperoleh medali, trofi dan hadiah pembinaan.
Lebih jauh, Adhyaksa Cup diharapkan mampu menjadi fondasi untuk melahirkan pesepak bola muda Pati yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berkarakter dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Harapan kami tentu lahir putra-putri unggul dari Kabupaten Pati yang memiliki karakter, kompetensi dan semangat untuk berprestasi. Kami ingin sepak bola Pati semakin maju dan memiliki masa depan,” pungkas Dian Dwi Budianto.
Melalui Adhyaksa Cup 2026, PSSI Pati dan Kejari Pati menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media membangun karakter sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih prestasi.
Penulis : Heroe














