Beasiswa Garuda Pati Dipastikan Cair Pekan Depan, Pemkab Siapkan Skema Pendanaan Lewat APBD
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pencairan Beasiswa Garuda yang sempat tertunda selama tiga bulan akan mulai dilakukan pada pekan depan. Kepastian tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra usai menggelar audiensi bersama perwakilan mahasiswa dan orang tua penerima beasiswa di Ruang Kembangjoyo, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (6/7).
Selain memastikan pencairan dana yang tertunda, Pemkab Pati juga menegaskan program Beasiswa Garuda tidak akan dihentikan. Pemerintah berkomitmen menjamin seluruh penerima tetap memperoleh haknya hingga menyelesaikan pendidikan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pencairan tunggakan selama tiga bulan akan segera direalisasikan setelah proses administrasi rampung. Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyusun regulasi agar program beasiswa memiliki kepastian hukum dan pendanaan yang lebih kuat.
«”Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda. Untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan tetap didapatkan sebagaimana sebelumnya. Kami juga sedang memperbaiki regulasi agar program ini semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Chandra.»
Menurutnya, keterlambatan pencairan bukan disebabkan penghentian program, melainkan karena sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan baru tersedia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Selama ini, Beasiswa Garuda masih bergantung pada dukungan CSR sehingga belum memiliki kepastian pendanaan setiap tahun.
Karena itu, Pemkab Pati mulai menyiapkan skema pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar keberlangsungan program tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana CSR.
«”Kami tidak ingin terus bergantung pada CSR. Ke depan kami menyiapkan dasar hukum agar pembiayaan beasiswa dapat didukung APBD sehingga keberlanjutannya lebih terjamin,” tegasnya.»
Sebagai langkah percepatan, Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan Bank Jateng dan Baznas Kabupaten Pati untuk memastikan bantuan biaya hidup bagi 183 mahasiswa penerima Beasiswa Garuda dapat segera disalurkan.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Pramudjianto, menegaskan pihaknya tetap mendukung keberlanjutan program tersebut melalui alokasi dana CSR.
«”Dari total alokasi CSR Bank Jateng tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sosial, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi tetap menjadi salah satu prioritas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.»
Sementara itu, pendamping orang tua mahasiswa, Dedi Gunawan, menyambut baik kepastian yang diberikan pemerintah daerah. Ia mengapresiasi audiensi yang difasilitasi Pemkab Pati karena memberikan kejelasan bagi para mahasiswa yang selama tiga bulan terakhir menunggu pencairan bantuan biaya hidup.
Menurutnya, kepastian tersebut menjadi angin segar bagi 183 mahasiswa penerima agar dapat kembali fokus menjalani perkuliahan tanpa dihantui ketidakpastian bantuan pendidikan.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan Beasiswa Garuda akan tetap dipertahankan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Penguatan regulasi serta perluasan sumber pendanaan diharapkan mampu menjamin keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pati.
Editor : HAW












