Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan Hasil Program RTLH, Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Pengentasan Kemiskinan
KUDUS – NOTOPROJO.ID –
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Gubernur Jawa Tengah menyerahkan secara simbolis hasil Program Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa untuk Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (Bankeupemdes PK RTLH) Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat di Kecamatan Bae dan Kecamatan Dawe. Penyerahan dilakukan di Balai Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Senin (29/6/2026).
Usai seremoni, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Sam’ani meninjau langsung rumah milik Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, yang telah selesai direnovasi melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah.
Program Bankeupemdes PK RTLH menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kudus, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan untuk 254 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus.
Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman, sekaligus menjadi salah satu instrumen percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.
Bupati Sam’ani Intakoris menegaskan, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan sejahtera.
“Rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar keluarga dapat tinggal dengan aman, sehat, dan nyaman. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus. Semoga ikhtiar bersama ini mampu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa penanganan rumah tidak layak huni tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga sosial.
“RTLH ini dikerjakan bersama-sama, tidak hanya oleh Pemerintah Provinsi. Pemerintah kabupaten ikut bergerak, CSR ikut bergerak, Baznas ikut bergerak, Bank Jateng ikut bergerak, dan berbagai pihak lainnya. Kemiskinan harus kita keroyok bersama melalui sinergi seperti ini agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Salah seorang penerima manfaat, Hadi Mulyono, mengaku bersyukur atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Ia mengatakan kondisi rumah yang sebelumnya rusak kini menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati yang telah membantu. Sekarang rumah kami menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan keluarga merasa lebih tenang untuk menempatinya,” tuturnya.
Melalui program peningkatan kualitas rumah layak huni tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah desa, sektor swasta, serta berbagai elemen masyarakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
(**)














