Plt Bupati Pati: Ibu Jadi Kunci Literasi Digital dan Masa Depan Generasi Muda
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong penguatan budaya membaca dan literasi digital di tengah derasnya arus perkembangan teknologi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan di Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/5).
Kegiatan ini dihadiri Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, para Bunda Literasi kabupaten/kota, termasuk Bunda Literasi Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra, serta jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa penguatan literasi digital bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, seorang ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter, pola pikir, dan kebiasaan belajar anak sejak usia dini.
“Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Harapan kami, ibu-ibu dapat terus meningkatkan ilmu dan wawasan demi masa depan anak-anak kita,” ujar Chandra.
Ia menilai, kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi serta meningkatkan minat membaca. Tanpa budaya literasi yang kuat, derasnya arus informasi dikhawatirkan justru dapat berdampak negatif bagi generasi muda.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar gerakan literasi semakin masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Partisipasi seorang ibu menjadi kunci keberhasilan pembangunan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menyoroti masih rendahnya minat baca di kalangan anak-anak maupun masyarakat dewasa. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan serius yang perlu direspons bersama melalui penguatan budaya membaca sejak dari rumah.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif membangun kebiasaan membaca demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami meminta dukungan dari Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah untuk bersama-sama mengajak masyarakat dan anak-anak gemar membaca. Karena ilmu pengetahuan diperoleh dari banyaknya literasi dan bacaan yang kita pelajari,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap gerakan literasi digital dan budaya membaca dapat terus berkembang di Jawa Tengah, sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, kritis, adaptif, dan berwawasan luas di era digital.
Editor : Agus suprianto














