Anggaran Infrastruktur Jalan Kabupaten Pati 2026 Tembus Rp210,1 Miliar, Ruas Jalan dan Jembatan Siap Diperbaiki
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati mengalokasikan anggaran sebesar Rp210.168.933.250 untuk program pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan pada tahun 2026. Program tersebut mencakup perbaikan puluhan ruas jalan kabupaten, rehabilitasi jalan penghubung antarwilayah, pembangunan talud, hingga penggantian sejumlah jembatan di berbagai kecamatan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berupaya memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Perbaikan jalan ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Risma Ardhi Chandra baru -baru ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengatakan bahwa program pembangunan dan rehabilitasi jalan tahun 2026 telah disusun berdasarkan tingkat kerusakan jalan, kebutuhan konektivitas antarwilayah, serta usulan masyarakat dari berbagai kecamatan.
“Fokus pekerjaan tahun 2026 mencakup rehabilitasi ruas jalan prioritas, pembangunan talud penahan jalan, hingga penggantian jembatan yang kondisinya sudah memerlukan penanganan segera. Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas,” jelas Hasto Utomo saat dihubungi redaksi Notoprojo melalui pesan WhatsApp .Jumat ( 15/05/26)
Dalam daftar pekerjaan yang telah disusun, sejumlah proyek dengan nilai besar akan dilaksanakan di berbagai wilayah. Di antaranya rehabilitasi Jalan Tambakromo–Batas Grobogan Kecamatan Tambakromo senilai Rp7,268 miliar, rehabilitasi Jalan Guyangan–Runting Kecamatan Pati sebesar Rp7,4 miliar, serta rehabilitasi Jalan Kletek–Mencon Kecamatan Pucakwangi senilai Rp4 miliar.
Selain itu, terdapat paket rehabilitasi jalan di wilayah Sukolilo dan Kayen, seperti Jalan Kuwawur–Wegil Kecamatan Sukolilo dengan alokasi Rp2,8 miliar, Jalan Galiran–Batas Kabupaten Kudus sebesar Rp4,05 miliar, dan Jalan Boloagung–Trimulyo Kecamatan Kayen senilai Rp6,85 miliar.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat. Salah satunya rehabilitasi Jalan Menuju Wisata Goa Wareh Kecamatan Sukolilo sebesar Rp2,1 miliar serta rehabilitasi Jalan Wisata Talun Kecamatan Kayen senilai Rp2,2 miliar.
Di wilayah Juwana, Winong, dan Pucakwangi, sejumlah ruas strategis turut menjadi prioritas, di antaranya:
Rehabilitasi Jalan Sukopuluhan–Winong Rp4 miliar
Rehabilitasi Jalan Arumanis–Mantingan Rp2,6 miliar
Rehabilitasi Jalan Winong–Gempolsari Rp1,25 miliar
Rehabilitasi Jalan Banjarsari–Tambahmulyo Rp1,4 miliar
Rehabilitasi Jalan Sumbermulyo–Sendangsoko Rp2 miliar
Sementara di wilayah Tayu dan Gunungwungkal, pemerintah menganggarkan:
Rehabilitasi Jalan Tayu–Pundenrejo Rp1,1 miliar
Jalan Pundenrejo–Kalikalong Rp1,055 miliar
Jalan Dukuhseti–Tayu Rp2 miliar
Jalan Kedungwatu–Jepalo Rp2 miliar
Jalan Purwokerto–Bancak Rp2,2 miliar
Tidak hanya rehabilitasi jalan, program tahun 2026 juga mencakup pembangunan talud jalan di berbagai titik dengan nilai berkisar Rp97 juta hingga Rp297 juta per lokasi.
Beberapa di antaranya pembangunan talud Jalan Angkatan Lor–Karangwono, Jalan Brati–Mangunrekso, Jalan Gembong–Bermi, Jalan Raci–Pantura, hingga Jalan Mojo–Sumur.
Pemkab Pati juga menganggarkan penggantian sejumlah jembatan penting untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas masyarakat, antara lain:
Penggantian Jembatan Blaru–Dadirejo Rp1,6 miliar
Penggantian Jembatan Kayen–Beketel Rp1,17 miliar
Penggantian Jembatan Sukopuluhan–Winong Rp1,75 miliar
Penggantian Jembatan Boloagung–Trimulyo Rp1,237 miliar
Penggantian Jembatan Puncel–TPI Puncel Rp350 juta
Selain pekerjaan fisik jalan dan jembatan, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran pengadaan material pendukung, meliputi:
Pengadaan bahan campuran aspal panas sebesar Rp2,849 miliar
Pengadaan aspal kabupaten sebesar Rp429 juta
Pengadaan bahan untuk latsir sebesar Rp1,928 miliar
Hasto Utomo menambahkan bahwa pihaknya berharap seluruh program pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan tepat waktu dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kualitas jalan kabupaten semakin baik sehingga dapat menunjang aktivitas masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Penulis : HAW













