Jateng Jadi Percontohan Nasional, Ekosistem Halal Dinilai Paling Progresif
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menetapkan Provinsi Jawa Tengah sebagai percontohan nasional dalam penerapan ekosistem halal terintegrasi. Penilaian ini diberikan karena langkah progresif Pemprov Jateng yang memasukkan sektor pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah dalam rencana pembangunan jangka panjang.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Ahmad Haikal Hasan, menyebut Jawa Tengah layak menjadi standar bagi daerah lain dalam mendukung program wajib halal nasional.
“Jawa Tengah adalah role model terbaik dalam pengembangan ekosistem halal, mulai dari pengawasan RPH hingga pembinaan UMKM dan desa wisata halal,” ujarnya saat audiensi di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menyoroti pengawasan terhadap lebih dari 4.000 Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG), di mana 4.211 unit telah bersertifikat halal.
“Pengawasan di Jawa Tengah sudah melampaui standar higienitas dengan mengintegrasikan kewajiban sertifikasi halal,” tambahnya.
Sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah, Pemprov Jateng turut menyiapkan hibah lahan dan bangunan untuk kantor perwakilan BPJPH.
“Ini komitmen luar biasa yang kami harapkan bisa ditiru daerah lain,” tegas Ahmad Haikal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal merupakan tindak lanjut Musrenbang 2027.
“Kami ingin memastikan pada 2027 kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap standar halal semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, strategi yang dilakukan mencakup penguatan regulasi, pendampingan UMKM, serta pengawasan produk yang beredar. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemprov Jateng juga menggagas kolaborasi dengan perusahaan melalui skema “orang tua asuh”.
“Jika anggaran daerah terbatas, kami akan melibatkan perusahaan untuk membantu proses sertifikasi halal bagi UMKM,” jelasnya.
Editor: Agus Suprianto













