Taj Yasin Ajak Petani Muda Jateng Kembali ke Sawah, Dorong Pemanfaatan Teknologi
TEMANGGUNG – NOTOPROJO.ID
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern. Hal itu disampaikannya dalam gelaran Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) 2026 di Soropadan, Pringsurat, Temanggung, yang berlangsung pada 23–27 April 2026.
Menurut Yasin, keberadaan petani muda menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian di Jawa Tengah yang selama ini menopang ketahanan pangan nasional. Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan PADI yang digagas alumni Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan), sebagai wadah lahirnya petani muda berkualitas.
Data panitia menunjukkan, alumni Bapeltan yang terlibat dalam PADI 2026 didominasi usia produktif, mulai 19 tahun hingga di bawah 40 tahun. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi masa depan pertanian di Jawa Tengah.
“Artinya, Jawa Tengah tidak akan kehilangan petani,” ujar Yasin, Kamis (23/4/2026).
Untuk memperluas dampak acara, Yasin berencana memasukkan PADI ke dalam kalender event pariwisata daerah. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat tidak hanya berwisata, tetapi juga mengenal lebih dekat praktik pertanian modern.
Ia optimistis, promosi tersebut akan meningkatkan jumlah kunjungan. Pada 2025, PADI tercatat menarik hingga 133.000 pengunjung.
“Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah tidak hanya menikmati alam, tetapi juga bisa merasakan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan jumlah petani milenial di wilayahnya mencapai 625.000 orang atau sekitar 14,25 persen dari total 4,2 juta petani.
Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi pertanian, seperti Internet of Things (IoT) dan konsep integrated farming yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian modern melalui Balai Mekanisasi Pertanian.
“Memang belum banyak yang menerapkan, tetapi kami terus mendorong agar teknologi pertanian semakin luas digunakan,” jelasnya.
Ketua Panitia PADI 2026, Abdul Rosyid, menilai potensi petani muda di Jawa Tengah sangat besar. Ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian yang kini semakin modern dan menjanjikan.
Ia mencontohkan penerapan pertanian bawang modern di Demak yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
“Dengan teknologi seperti cultivator dan sprayer, hasil bisa mencapai 15 ton per hektare. Sementara cara konvensional sekitar 10 ton per hektare,” pungkasnya.
Penulis : Heroe













