Wamenkes Turun Tangan, Pati Tancap Gas Perangi TBC: 120 Titik Skrining Disiapkan
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kementerian Kesehatan RI mempercepat langkah penanganan tuberkulosis (TBC) melalui program cek kesehatan gratis di 120 titik. Upaya ini digencarkan menyusul temuan 2.658 kasus TBC sepanjang tahun lalu.
Langkah percepatan tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4). Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi, sekaligus merespons peringatan World Health Organization yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.
“Diharapkan sebelum akhir tahun, 120 titik di seluruh Kabupaten Pati sudah berjalan, sehingga masyarakat yang tertular bisa segera terdeteksi dan diobati,” ujar Wamenkes.
Dalam program ini, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan foto rontgen bagi keluarga pasien. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi penularan sejak dini sekaligus menentukan penanganan lanjutan secara cepat.
“Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terpapar langsung diobati agar tidak menularkan lebih luas,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada aspek medis, pemerintah juga menyoroti faktor lingkungan sebagai pemicu penyebaran TBC. Pendataan rumah tidak layak huni mulai dilakukan, terutama hunian dengan ventilasi buruk yang berisiko mempercepat penularan.
“Di Pati sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk direnovasi sebagai bagian dari intervensi kesehatan berbasis lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan pihaknya akan melakukan validasi ulang data pasien guna memastikan seluruh kasus tertangani secara akurat dan terukur.
“Tahun lalu ada 2.658 pasien. Tahun ini akan kita cek kembali kemungkinan penambahan kasus. Seluruh data ditargetkan final dalam 10 hari ke depan,” tegasnya.
Ia juga memastikan pendataan mencakup seluruh anggota keluarga pasien sebagai langkah strategis memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.
Usai kegiatan di Kutoharjo, rombongan Wakil Menteri Kesehatan melanjutkan kunjungan ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, untuk menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi penderita TBC. Program ini menjadi bagian dari intervensi terpadu yang menggabungkan aspek kesehatan dan perbaikan kualitas lingkungan.
Penulis : Heroe














