Jateng Perkuat Produksi Daging Lewat Program Healing, Pastikan Ternak Bebas Penyakit
SRAGEN – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak tetap aman dan terbebas dari penyakit. Upaya tersebut dilakukan melalui program layanan kesehatan hewan keliling bertajuk Kesehatan Hewan Keliling (Healing).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut populasi ternak di wilayahnya mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Jumlah tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan protein hewani di 35 kabupaten/kota, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Populasi ternak di Jawa Tengah sangat besar. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak, apalagi menjelang Iduladha,” ujar Luthfi saatmeninjau program Healing di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (15/4/2026).
Melalui program Healing, pemerintah memberikan berbagai layanan seperti pengobatan, vaksinasi, pemeriksaan kebuntingan secara gratis, hingga bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana. Program ini juga didukung teknologi modern seperti ultrasonografi (USG) mobile.
Dari sisi produksi, Jawa Tengah dinilai mampu memenuhi kebutuhan daging di pasar lokal. Pada 2024, produksi daging dari provinsi ini menyumbang 18,83 persen kebutuhan nasional atau menempati peringkat kedua secara nasional. Selain itu, produksi telur berkontribusi 13,1 persen dan susu sebesar 9,4 persen terhadap kebutuhan nasional.
“Swasembada daging di Jawa Tengah sangat mencukupi. Bahkan, penyembelihan di provinsi lain dilakukan di sini. Meski ada penurunan dari sisi peternak, hal itu tidak memengaruhi ketersediaan daging,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa kebutuhan daging menjelang Iduladha diperkirakan sekitar 9 persen dari total populasi ternak.
Untuk kebutuhan harian, pihaknya memastikan suplai tetap aman, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produksi unggas di Jawa Tengah bahkan mencapai sekitar 732 juta ekor.
“Untuk Iduladha sekitar 9 persen dari total populasi. Kebutuhan harian sudah kami antisipasi, termasuk MBG. Jawa Tengah saat ini justru mengalami kelebihan suplai, khususnya unggas,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah kini semakin terkendali. Tercatat hanya terdapat 10 kasus yang seluruhnya telah ditangani oleh tenaga medis.
Pemerintah pun mendorong kemitraan antara peternak dengan berbagai pihak guna meningkatkan nilai tambah sektor peternakan.
Sementara itu, salah satu peternak di Desa Krikilan, Agus Kiswanto, mengaku terbantu dengan adanya program Healing. Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Program seperti ini sangat membantu, terutama bagi peternak kecil. Apalagi tahun lalu kami sempat terdampak PMK yang cukup merugikan,” ungkapnya.
Penulis : Heroe














