Firman Soebagyo Serap Aspirasi, Dorong Penguatan Wewenang MPR RI di Desa Sokobubuk
PATI.- NOTOPROJO.ID
Anggota DPR /MPR RI Firman Soebagyo SE MH Daerah Pemilihan Jateng II ( Pati Rembang Blora Grobogan ) menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dengan tema “Penguatan Wewenang MPR RI”, yang berlangsung di Aula Kantor Balai Desa Sokobubuk Kec Margorejo Kabupaten Pati Jawa Tengah. Minggu (05/10/25) malam.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR /MPR RI Firman Soebagyo SE.MH.
Kepala Desa Sokobubuk Saman SH.MH
Anggota DPRD Kab Pati Fraksi Golkar Endah Sri W,Camat Margorejo Priyono Arif Fadilah,Kapolsek Margorejo AKP Dwi Kristianto SH,Danramil Margorejo Kapten Dian Dwi Putra dan masyarakat Desa Sokobubuk sebanyak 95 orang yang mayoritas mempunyai pekerjaan Petani.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sokobubuk Saman SH.MH.memberikan sambutan mengucapkan terimakasih atas kedatangan orang orang hebat di desa Sokobubuk.Selamat datang di desa yang paling ujung di Kabupaten Pati ini.
“Dewan merakyat sudah berkenan hadir disini , di desa paling ujung dan yang pasti Tokoh legeslatif Pak Firman Subagyo kesini mempunyai tujuan yang baik. Alhamdulilah walaupun desa kecil sudah menjadi binaan pak firman ,sampai desa sokobubuk dikenal di kementrian , dan semua kegiatan di Desa Sokobubuk sudah tersentuh berkat aspirasi Pak Firman, termasuk memberikan bibit tanaman dan alat pertanian ” papar Saman saat berikan samputan acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat ( Asmas )bertemakan “Penguatan Kewenangan MPR”.
Ditempat yang sama Firman Soebagyo menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses kebangsaan, terutama dalam memahami fungsi dan peran MPR RI sebagai lembaga pemersatu bangsa.
“Penguatan wewenang MPR RI harus lahir dari suara rakyat, bukan hanya dari ruang rapat elit. Karena itu, saya hadir di sini untuk mendengar langsung dari masyarakat Desa Sokobubuk” ujar Firman Soebagyo.
Dalam kegiatan Diskusi yang berlangsung hangat antara Firman Soebagyo dan masyarakat, ada kesempatan untuk melakukan tanya jawab, dua pertanyaan dari para petani mewarnai hidupnya diskusi proses penyerapan aspirasi.
Selama kegiatan, sejumlah aspirasi dan masukan dari peserta dicatat secara langsung sebagai bahan pertimbangan yang akan dibawa ke tingkat nasional.
Salah satu masyarakat Petani Dari Soko bubuk Janawi menyampaikan Aspirasi bahwa Mulai dari pentingnya petani ubi kayu dan jagung terkendala merosotnya harga di angka Rp.1.100/kg .Tanaman jagung sulitnya hadapi hama tikus dan hama lainya,hingga perlunya penanganan khusus.
” Harga ubi kayu semakin merosot hingga dikenakan biaya repaksi 70 persen, jagung tumbuh baru daun 4 hama sudah menyerang tanaman.Yang paling mudah menanam adalah ubi kayu ,budidaya mudah namun kita dilema karena harga yang tidak layak.Harapan kami Pak Firman bisa membantu Masalah yang kami hadapi terutama harga ubi Kayu’ papar Janawi.
Usai menerima masukan aspirasi masyarakat Firman Soebagyo yang lebih dikenal sebagai Bapak Pertanian Kabupaten Pati ini menyatakan siap membantu masyarakat sebagai perpanjangan tangan ke pemerintah pusat.
Program MPR RI ( Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ) salah satunya adalah penyerapan aspirasi masyarakat,aspirasi masyarakat ini tugasnya menyampaikan ke masyarakat termasuk tugas pokok MPR RI.
Untuk diketahui akhir — akhir ini MPR RI sering sosialisasikan terkait idiologi Pancasila, hasil penelitian di berbagai lembaga riset menunjukan mengalami penurunan pengetahuan tersebut, juga kita jelaskan fungsi BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)untuk dikembalikan fungsinya BP7 ( Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila )
Generasi X saat ini sangat jauh seperti yang diharapkan, bahkan yang sangat memperihatinkan lagi adalah urutan sila pada Pancasila itu tidak hafal.
” PMP ( Pendidikan Moral Pancasila ) agar dimasukan dalam pendidikan nasional kita,ini yang menjadikan harapan kami semoga ada dampak positif ke kita dan bisa memahami menghayati mengamalkan ” jelas Firman
Keluhan petani yang kesulitan memasarkan produknya firman Soebagyo menyampaikan bahwa dirinya akan membantu para petani mencari solusi terbaik,dengan turun ke masyarakat langsung diharapkan akan tau.
“Masalahnya yang dihadapi petani saat ini persoalan hama tanaman benih yang bagus serta pupuk menjadi masalah serius, harga Ubi kayu yang turun drastis akan dibantu mengupayakan solusi” tambahnya.
Terkait adanya lahan perhutani seluas 22 hektar yang rencananya di garap oleh masyarakat Sokobubuk, masyarakat mengharapakan segera mendapatkan izin dari Perhutani ,Firman Soebagyo memberikan solusi untuk segera menindaklanjuti dengan membuat permohonan.
” Kepala desa segera membuat surat kepada kementrian kehutanan agar dimanfaatkan untuk masyarakat,kalo itu lahan milik kehutanan dan untuk menjaga ekosistem masyarakat bisa memanfaatkan tanaman yang berfungsi untuk menjaga ekosistem, selain tanaman pertanian.Sokobubuk ini dah dikenal di tingkat nasional ” jelas Firman
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Mereka merasa terlibat langsung dalam proses penyampaian aspirasi, menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus digelar untuk membuka ruang dialog antara rakyat dan wakilnya di parlemen.
Penulis : Heroe
Editor : Heroe














