Menciptakan Kota yang Berkelanjutan: Demak Kaji Terap Tata Ruang di Kota Mojokerto
DEMAK – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Kaji Terap Tata Ruang Kawasan pada (15/11/2024). Acara ini menjadi bagian dari upaya serius Kabupaten Demak dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Demak bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto, yang dipilih sebagai lokasi referensi penataan kota karena memiliki kesamaan sejarah yang kuat.
Kegiatan kaji terap ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Kepala OPD se-Kabupaten Demak, serta Camat se-Kabupaten Demak. Para peserta kegiatan ini diberikan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut tentang strategi penataan kota di Mojokerto, yang meliputi pemanfaatan teknologi untuk perencanaan tata ruang dan pengelolaan transportasi, serta penerapan konsep green city untuk menciptakan hunian yang ramah lingkungan.
Plt. Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, M.S.I,. dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan kaji terap tata ruang ini adalah kesempatan penting bagi Kabupaten Demak untuk menggali wawasan dari Kota Mojokerto, yang telah berhasil menerapkan konsep penataan kota berkelanjutan dengan tetap mempertahankan identitas budaya dan sejarah yang dimilikinya”, ujarnya. Ia juga menekankan tentang pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam merumuskan strategi penataan wilayah perkotaan yang efektif dan berkelanjutan.
Plt. Bupati Demak juga mengungkapkan alasan pemilihan Kota Mojokerto sebagai daerah tujuan kaji terap. Menurutnya, Pemkot Mojokerto mampu menjual branding “Spirit of Majapahit” untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Mojokerto pilihan yang tepat untuk menimba ilmu. Selain memiliki background sejarah yang sama, Kota Mojokerto juga mampu menerapkan konsep pembangunan kawasan perkotaan berkelanjutan sebagai strategi untuk memaksimalkan kemampuan substansi perencanaan tata ruang”.
KH Ali Makhsun berharap, dengan mengadopsi beberapa strategi dari Kota Mojokerto, Kabupaten Demak akan mampu menciptakan kawasan perkotaan yang ideal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sementara itu, Pj. Walikota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, S.STP., M.Si, dalam sambutannya, mengungkapkan pentingnya menjaga nilai sejarah sekaligus berinovasi dalam penataan kota. “Spirit of Majapahit adalah branding kami, dan kami ingin berbagi bagaimana hal itu kami aplikasikan dalam pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan,” ujar Moh Ali Kuncoro. Ia juga berbicara tentang penggunaan teknologi, seperti aplikasi Pallapa Mojo, yang membantu mengintegrasikan informasi terkait kota dalam satu platform yang memudahkan pengelolaan tata ruang.
Dalam kegiatan ini, kedua daerah juga bertukar informasi terkait berbagai tantangan dalam pengelolaan wilayah perkotaan, termasuk masalah kemacetan dan keberlanjutan infrastruktur. Kaji terap ini diharapkan memberikan masukan dan solusi yang dapat diterapkan di Kabupaten Demak, terutama dalam mempersiapkan RPJMD dan Renstra PD Tahun 2025-2045.
Editor : Agus suprianto














