Wakil Ketua II DPRD PATI Harapkan KolaborasiPerusahaan Dalam Membangun Daerah
PATI – NOTOPROJO.ID
Dalam praktik bisnis, perusahaan merupakan bagian dari komunitas yang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Tanggung jawab ini kini telah diatur oleh undang-undang dan dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) secara global, atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Indonesia. CSR adalah komitmen berkelanjutan dari perusahaan untuk bertindak secara etis, mematuhi hukum, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup bagi karyawan, keluarga, komunitas lokal, dan masyarakat secara keseluruhan. Konsep CSR atau TJSL sebagai respons terhadap keprihatinan organisasi masyarakat dan jaringan global untuk mendorong perilaku etis, adil, dan bertanggung jawab dari perusahaan terhadap para pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar lokasi operasional perusahaan.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati,Bambang Susilo menyebutkan bahwa dalam upaya memajukan pembangunan daerah juga dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk pihak perusahaan,baik berada di wilayah kabupaten pati maupun diluar wilayah.
Bambang Legislator asal Kec tambakromo itu menyatakan selain potensi-potensi yang dimiliki dapat dimaksimalkan. Tentunya keberadaan investor yang berinvestasi di Kabupaten Pati juga diharapkan juga ikut memperhatikan terhadap pembangunan daerah disemua bidang.
Salah satunya hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Sehingga menurut dia ini dapat dilaksanakan.
“CSR perusahaan harus dilaksanakan untuk membangun daerah, APBD kita masih kurang dan harus kerja keras untuk membangun potensi daerah kalo perlu jemput bola untuk mengambil dana APBD di Pusat,” paparnya.
Jika melihat untuk luas wilayah yang ada di kabupaten yang berjuluk Bumi Mina Tani, tentunya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga dinilai tidak akan mampu untuk pemerataan.
“Dari segi luas wilayah Kabupaten Pati yang sangat luas APBD kita takkan mampu untuk pemerataan pembangunan di Kabupaten Pati, maka dari itu semua stakeholder harus bersatu untuk membangun,” pungkasnya.














