Wakil Ketua II DPRD Pati Soroti Jalan Desa Yang Masih Rusak
PATI – NOTOPROJO.ID
Jalan desa yang hancur di daerah pedesaan bukan hanya gangguan, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Infrastruktur jalan yang buruk dapat mempersulit penduduk desa untuk mengakses layanan penting, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan mengisolasi komunitas. Mengeksplorasi penyebab jalan rusak di desa sangat penting untuk mengatasi konsekuensi sosial yang merugikan ini.
Kerusakan jalan berupa jalan berlubang dan jalan bergelombang hampir setiap desa di kabupaten pati ada,rusaknya kondisi jalan ada beberapa hal, bisa memang belo ada anggaran ke titik jalan yang rusak,sudah diperbaiki namun kena banjir rusak lagi atau jalan desa sudah baik namun akibat banyaknya truk yang bermuatan berat menyebabkan jalan tersebut rusak.
Hal ini menjadi sorotan Wakil Ketua II DPRD Pati Ir Bambang Susilo . Ia mendorong Pemerintah pemerintahan desa memahami hal tersebut,jalan rusak segera dilakukan perawatan atau dianggarkan tahun berikutnya diganti yang lebih bagus dan kuat.Kalo memang ada jalan kewenanagn Pemkab kabupaten Pati agar segera dikoordinasikan dengan DPUTR Kabupaten Pati.
Sebab, Bambang susilo mendapatkan aduan dari masyarakat terkait banyak jalan desa dan jalan kabupaten yang rusak. Sehingga perlu ada tindakan secepatnya dari pemerintah desa maupun Pemkab Pati
“Saya mendorong Pemdes dan Pemkab Pati melalui DPUTR untuk segera memperbaiki jalan yang rusak parah. Karena bisa menyebabkan kecelakaan,” jelasnya
Kurangnya pemeliharaan rutin adalah penyebab utama kerusakan jalan. Jalan di pedesaan seringkali diabaikan, karena kurangnya dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk perbaikan. Kelalaian ini mengakibatkan pembentukan lubang, retakan, dan permukaan yang tidak rata, membuat jalan berbahaya dan tidak nyaman untuk dilalui.
“Jalan rusak meningkatkan biaya transportasi, mengurangi produktivitas pertanian, dan menghambat pertumbuhan usaha kecil. Biaya transportasi yang lebih tinggi mempersulit petani untuk mengangkut hasil panen mereka ke pasar, sehingga mengurangi pendapatan mereka. Selain itu, jalan yang buruk dapat memperpanjang waktu tempuh ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kehadiran di sekolah. Usaha kecil juga terpukul akibat jalan yang rusak, karena mereka bergantung pada transportasi untuk mengangkut barang dan menyediakan layanan.”papar Bambang dengan seksama
Jalan rusak di pedesaan merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakat. Menangani masalah ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup, menarik investasi, dan menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.(ADV)














