Wakil Ketua DPRD Pati Soroti Ujian Rekrutmen Perangkat Desa
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemkab Pati akan mengisi ratusan pos perangkat desa yang kosong,dan saat ini sudah dilaksanakan tahapan. Namun kandidat yang gagap teknologi agaknya kesulitan mengikuti seleksi,namun diharapkan semuanya yang telah ditetapkan dapat mengikuti ujian secatra baik. Sebab, rencana seleksi akan dilakukan dengan menggunakan computer assisted test (CAT) atau Lembar Jawab Komputer (LJK),semua pelaksanaan diserahkan ke Desa.
Data yang dihimpun ada 17 kecamatan yang terdiri dari 125 desa ini, akan dapat mengisi 264 formasi perangkat desa yang terdiri dari 42 sekretaris desa, dan 222 formasi kepala urusan, kepala seksi, dan kepala dusun.
Wakil Ketua II DPRD Pati Ir Bambang Susilo memberikan saran agar peserta dapat mengerjakan soal ujian dengan baik dan benar serta tidak ngawur, Tes CAT dalam rekrutmen perangkat desa itu prosesnya transparan. Potensi kecurangan juga bisa dicegah, atau cara kedua menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK)
“CAT merupakan tes dalam seleksi CPNS berbasis komputer, dimana nilai dapat dimonitor langsung oleh masyarakat umum saat peserta mengerjakan soal atau usai tes sedangkan Lembar Jawab Komputer (LJK ) juga mempunyai fungsi yang sama” jelas Bambang.
Pemakaian CAT, juga untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Perangkat desa menurutnya wajib bisa mengoperasikan komputer. Salah satu cara mengujinya lewat CAT tersebut.
“Saya imbau calon perangkat desa untuk menyiapkan diri saat tes nanti,mumpung masih ada jeda waktu gunakanlah untuk belajar dan berlatih.Semoga semuanya bisa tercapai dan lolos mejadi perangkat desa yang pintar ” lanjut Bambang.
Menurutnya, rencana tes berbasis komputer dalam rekrutmen perangkat desa akan digelar 1 November nanti. Minggu lalu tahapan sudah dimulai oleh panitia oleh pemerintah desa.
Bambang menambahkan Ujian bukan sekadar tes secara online. Biasanya soal antara satu peserta dengan peserta lain akan berbeda. Dengan demikian, kecil kemungkinan peserta bisa mencontek,sehingga benar –benar calon perangkat desa nanti harus memahami dan mandiri.
Transparansi salah satunya terlihat dari hasil tes yang bisa langsung diketahui begitu peserta menyelesaikan pekerjaannya. Hasil tes tersebut juga bisa dipantau oleh masyarakat secara luas. Jika sistem ini benar-benar diterapkan.
“Semoga para peserta calonperangkat desa dapat mengerjakan soal ujian dengan benat supaya dapat nilai tinggi,terkait pelaksanaan menggunakan metode CAT atau LJK itu tergantung dari panitia.apapun itu kami memberikan suport semoga sukses semua” pungkasnya. (ADV)














