Firman Soebagyo Anggota DPR RI Komisi IV Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi kebijakan Perikanan Budidaya di Rembang
REMBANG – NOTOPROJO.ID
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bersama Firman Soebagyo SE.MH Anggota Komisi IV DPR RI Menggelar Kegiatan Sosialisasi Perikanan Budidaya di Kabupaten Pati Provinsi Jawa tengah.
KKP Melalui Firdaus WaskitaSuhada,S.Pi. Analis Aquakultur Ahli Dirjen Perikanan Budidaya.M.Boman Mardanu, S.Pi. Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Rembang.Maryono Anggota DPRD Kabupaten Rembang melakukan Kegiatan Sosialisasi Perikanan Budidaya di Kabupaten Rembang.
Firdaus waskita suhada Analis Aquakultur Ahli Dirjen Perikanan Budidaya menyampaikan terimaksih kepada Firman Soebagyo Komisi IV DPR RI Komisi IV yang sudah memfasilitasi kegiatan sosialisasi ini,semoga masyarakat kabupaten rembang memahami dan selanjutnya bis amenerapka ilmu-ilmu pengetahun yang baik untuk diterapkan ke masyarakay lainya.
“Saya berharap dengan adanya Sosialisasi Kebijakan Perikanan Budidaya ini, masyarakat akan memahami bagaimana meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan dalam rangka mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan pengelolaan perencanaan, pengembangan, pelayanan perikanan, serta meningkatkan pengembangan usaha dan pengolahan perikanan yang optimal,” ujarnya.
Firman Soebagyo menuturkan, jika saat ini kita pasti ketinggalan dengan teknologi dalam menangkap ikan yang semakin modern, masih jauh bila dibandingkan dengan negara lain. Namun ia berharap jangan sampai patah semangat, akan tetapi terus berupaya.
“Sebentar lagi kita akan mengalami transisi kepemimpinan, dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo, dengan adanya program makan bergizi. Diharapkan bisa memprioritaskan protein, yakni makan ikan,” tutur Firman.
Karena kalau menyadarkan mutu hewani pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan ikan, sehingga ini merupakan harapan baru dunia perikanan. Anggota Komisi IV itu menginginkan, agar pemerintah dalam membuat kebijakan betul-betul memperhatikan kearifan lokal, memprioritaskan protein ikan yang dihasilkan pelaku usaha lokal bukan dari bahan baku yang diekspor dari luar negeri.
“Ini merupakan salah satu peluang bagi nelayan, kami meminta kepada masyarakat agar terus meningkatkan pengetahuannya melalui bimtek. Sehingga, program pemerintah makan bergizi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar itu sendiri,” sambungnya.
Maka dari itu, ini merupakan bagian penting bagi kami, pemerintah bersama DPR terus berupaya meski dengan anggaran terbatas masih mengadakan Bimtek di tingkat daerah seperti sekarang ini, agar Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah harus terus ditingkatkan. Karena untuk menuju keberhasilan kita harus betul-betul meningkatkan SDM yang benar-benar tangguh.
“Ini adalah bimbingan teknis, bukan seminar yang hanya mendengarkan, tapi harus betul-betul dicermati. Nanti ketika ada narasumber menyampaikan berbagai materi, dan apa yang menjadi problem tentunya bisa mendapatkan solusinya. Diharapkan agar penerima program betul-betul menerima informasi, bukan sebatas mengikuti, tujuannya semata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” lanjutnya.
Khususnya, masih sambungnya, bagi teman-teman PPL perikanan harus terus berupaya untuk menggabungkan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, meskipun masih banyak keterbatasan- keterbatasan. Dengan harapan di Kabupaten Rembang bisa memiliki potensi menangkap ikan yang cukup besar, meski tenaga PPL masih terbatas sehingga masyarakat merasa belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.
“DPR terus berupaya untuk meningkatkan jumlah PPL di tingkat daerah. Perlu diketahui, budidaya ikan sempat menjadi budidaya tertinggi, yakni pada tahun 2002 mencapai 24,3 ribu ton ikan di Jawa. Sebenarnya budidaya perikanan adalah potensial namun tertinggal,” pungkasnya.
Penulis : Heroe














