Penyebab Keracunan Massal PT Sejin Pati Bukan Karena Bakteri
PATI – NOTOPROJO.ID
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, menerangjan hasil uji coba sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan massal PT Sejin Fashion Kabupaten Pati. Berdasarkan hasil sementara, penyebab keracunan bukan berasal dari bakteri.
Sebanyak 313 buruh PT Sejin Fashion mengalami keracunan massal setelah makan siang di kantin dengan menu sayur asem dan lauk ikan tongkol dari catering yang sudah bekerjasama dengan perusahaan, Selasa (16/7).

Sampel makanan kemudian dibawa ke Dinkes Jateng untuk diujilabkan.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Jawa Tengah, dr Irma Makiah, mengatakan hasil uji lab sudah dikirimkan ke Dinkes Pati.
“terkait hasil lab sudah kami serahkan ke Dinas Kesehatan Kab Pati, sudah keluar hasilnya. Dari sampel makanan yang diambil sementara ini, penyebabnya non bakteriologis. Kami sebelumnya mengecek beberapa bakteri penyebab keracunan makanan,dan sudah kami cek di lab hasilnya negatif. Tapi itu dari sampel makanan yang dikirim,” jelasnya, Selasa (23/7/2024)
Belum diketahui pasti penyebab keracunan massal yang menimpa sebanyak ratusan buruh di PT Sejin Fashion Kabupaten Pati, pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinkes Pati.
“kita akan mendalami lebih lanjut dan saya tidak bisa berasumsi dulu karena ini kita cocokkan hasil lab dan gejalanya dulu,oleh karena itu kami butuh koordinasi dengan Dinkes Pati untuk menyelidiki penyebab pastinya,” jelasnya.
Disebutkan oleh dr Irma Makiah bahwa reaksi mirip keracunan ini terlalu cepat. Sehingga ia khawatir penyebab dugaan keracunan dipicu faktor lainya.
“Karena gejala reaksinya cepat kurang dari 1 jam sudah mual dan muntah-muntah. Ini agak cepat jadi ada kemungkinan kontaminasi zat lain. Meski begitu kami belum bisa memastikan harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu,” paparnya.
Sementara, Kepala Dinkes Pati, dr Aviani Trianti Venusia, mengungkapkan uji sampel belum sepenuhnya selesai. Pihaknya bakal menyelidiki kembali untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal. “Masih belum selesai,” pungkas dr.Aviani.
Reporter : Idjlal Anas Herlambang
Editor : Agus suprianto














