TPS Plosojenar Kembali Dibuka, DLH Pati Akui Masih Ada Titik Api di Tumpukan Sampah
PATI – NOTOPROJO.ID
Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Desa Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, kembali beroperasi setelah sempat mengalami kebakaran hebat. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati mengakui masih terdapat titik api di dalam tumpukan sampah.
Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, mengatakan, keputusan membuka kembali TPS tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran yang dinilai tidak lagi membesar. Selain itu, terdapat kebutuhan masyarakat untuk tetap membuang sampah di lokasi tersebut.
“Dengan banyak pertimbangan, teman-teman pada saat kondisi api tidak membesar memang masih memanfaatkan untuk membuang sampah ke sana. Ini karena pertimbangan mereka sendiri. Kalau kita paksa di sini juga agak kesulitan,” ujar Tulus saat dikonfirmasi redaksi, Selasa (3/11/2026).
Menurut Tulus, TPS Plosojenar telah kembali dimanfaatkan masyarakat sejak sekitar dua minggu lalu.
Namun, ia menegaskan, kondisi TPS tersebut belum sepenuhnya bebas dari kebakaran. Sejumlah titik api masih ditemukan di bagian dalam tumpukan sampah, meskipun tidak terlihat secara langsung dari luar.
“Kalau kemudian itu dianggap sudah padam semua, kita akui memang belum. Masih ada titik api yang tidak muncul ke luar, tetapi masih mengeluarkan sedikit asap,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi risiko sekaligus menyesuaikan kapasitas penanganan, DLH Pati saat ini tidak lagi mengangkut sampah menggunakan armada roda empat ke TPS tersebut.
Pengangkutan sementara hanya difasilitasi melalui kendaraan roda tiga milik Paguyuban Bersih Berkah yang berada di wilayah setempat.
“Kita sudah tidak membuang di sana untuk roda empat. Memang kita masih memfasilitasi roda tiga yang ada di sana. Ini teman-teman dari Paguyuban Bersih Berkah yang ada di wilayah sana, yang masih memanfaatkan,” ungkapnya.
Tulus menambahkan, DLH Pati hingga kini belum dapat memfasilitasi pengangkutan sampah dari wilayah timur menuju lokasi lain karena masih terkendala keterbatasan sarana dan kapasitas pengangkutan.
“Kita sendiri belum bisa memfasilitasi pengangkutan sampah di wilayah timur ke sini. Masih ada keterbatasan itu,” pungkasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascakebakaran TPS Plosojenar masih memerlukan perhatian. Terlebih, keberadaan titik api di dalam tumpukan sampah perlu terus diantisipasi agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih besar.
Reporter: Tobing
Editor: Notoprojo.id














