• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Jawa Tengah Terkini

Hujan Mulai Turun, Jateng Bidik Produksi 10,5 Juta Ton Padi pada 2026

Redaksi by Redaksi
November 1, 2026
in Jawa Tengah Terkini
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hujan Mulai Turun, Jateng Bidik Produksi 10,5 Juta Ton Padi pada 2026

SEMARANG – NOTOPROJO.ID 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis mampu mencapai target produksi padi sebesar 10,5 juta ton pada 2026. Optimisme tersebut muncul seiring mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah yang diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian hingga akhir tahun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, curah hujan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman kekeringan yang sebelumnya membayangi sejumlah daerah.

“Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan. Semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target,” kata Luthfi, Sabtu (31/10/2026).

Ia menjelaskan, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Pada 2025, produksi padi di provinsi dengan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa itu mencapai sekitar 11,5 juta ton.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2026, produksi padi tercatat mencapai 8,5 juta ton. Pemerintah provinsi menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 10,5 juta ton hingga akhir tahun.

Untuk menjaga capaian tersebut, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian.

Langkah itu meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyiapan infrastruktur sumber air seperti waduk dan embung, serta perbaikan jaringan irigasi tersier dan sekunder.

Pemprov Jateng juga memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait melalui program pompanisasi dan pipanisasi guna memastikan ketersediaan air bagi petani.

Berdasarkan data pemerintah provinsi, terdapat 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi di Jawa Tengah.

Penanganan terhadap kedua jenis lahan tersebut dilakukan melalui pendekatan berbeda. Sawah tadah hujan didukung dengan irigasi perpompaan, sedangkan sawah irigasi diperkuat melalui jaringan irigasi tersier.

Tak hanya persoalan ketersediaan air, pemerintah juga menyiapkan perlindungan bagi petani melalui program asuransi gagal panen. Program tersebut dialokasikan untuk melindungi 10 ribu hektare lahan pertanian dari risiko puso maupun gagal panen akibat bencana.

“Asuransi gagal panen untuk mem-backup. Jadi jangan sampai nanti kena puso, kena banjir, dan gagal panen. Itu nanti akan membantu masyarakat kita, khususnya para petani, agar tetap mempunyai modal dasar untuk melakukan kegiatan pertanian meskipun mengalami gagal panen,” ujar Luthfi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, pola tanam di setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sesuai kondisi geografis dan ketersediaan air.

Di sejumlah wilayah Pantura, misalnya, petani umumnya menjalankan dua kali musim tanam padi yang diselingi komoditas pertanian lainnya. Namun, di daerah dengan dukungan air memadai, pola tanam dapat mencapai tiga kali dalam setahun.

“Semua petani itu sebenarnya tergantung pada air. Kalau ada air, mereka pasti akan menanam padi,” katanya.

Untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran, Pemprov Jateng juga mengembangkan program Pilar Jateng.

Program tersebut menjadi sistem pemetaan kondisi infrastruktur pertanian, mulai dari lahan, jaringan irigasi, hingga ketersediaan dan kondisi alat mesin pertanian (alsintan).

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi sektor pertanian secara berkala sehingga perencanaan pembangunan maupun pemberian bantuan kepada kelompok tani bisa dilakukan lebih terukur.

“Dari situ kita bisa tentukan intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani,” ujarnya.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada pekan pertama November 2026. Meski demikian, distribusi hujan diperkirakan belum merata di seluruh wilayah.

Daerah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

Sebaliknya, sejumlah wilayah Pantura dan Jawa Tengah bagian timur diprediksi baru memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.

Meski awal musim hujan berbeda-beda, analisis curah hujan harian BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah telah mengalami hujan. Namun, intensitas dan frekuensi hujan masih belum merata.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga, sekaligus menjaga produktivitas pertanian demi mencapai target produksi padi pada akhir 2026.

Reporter: Idjlal
Editor: Agus Suprianto

Previous Post

Investasi Rp12,6 Triliun Masuk Pati, Chandra Gandeng Ulama dan Santri Jaga Kondusivitas

Next Post

125 Medali Jadi Bukti Perjuangan! Pati Bertengger di Enam Besar Porprov Jateng 2026

Redaksi

Redaksi

Next Post

125 Medali Jadi Bukti Perjuangan! Pati Bertengger di Enam Besar Porprov Jateng 2026

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

125 Medali Jadi Bukti Perjuangan! Pati Bertengger di Enam Besar Porprov Jateng 2026

November 1, 2026

Hujan Mulai Turun, Jateng Bidik Produksi 10,5 Juta Ton Padi pada 2026

November 1, 2026

Investasi Rp12,6 Triliun Masuk Pati, Chandra Gandeng Ulama dan Santri Jaga Kondusivitas

November 1, 2026

Produk UMKM Pati Sudah Ekspor ke China hingga Korea, Chandra Dorong Perluasan Pasar

November 1, 2026

Recent News

125 Medali Jadi Bukti Perjuangan! Pati Bertengger di Enam Besar Porprov Jateng 2026

November 1, 2026

Hujan Mulai Turun, Jateng Bidik Produksi 10,5 Juta Ton Padi pada 2026

November 1, 2026

Investasi Rp12,6 Triliun Masuk Pati, Chandra Gandeng Ulama dan Santri Jaga Kondusivitas

November 1, 2026

Produk UMKM Pati Sudah Ekspor ke China hingga Korea, Chandra Dorong Perluasan Pasar

November 1, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

125 Medali Jadi Bukti Perjuangan! Pati Bertengger di Enam Besar Porprov Jateng 2026

November 1, 2026

Hujan Mulai Turun, Jateng Bidik Produksi 10,5 Juta Ton Padi pada 2026

November 1, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika