Dalami Akar Radikalisme dan Motif Terorisme, Lapas Pati Perkuat Strategi Pembinaan Napiter
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati memperkuat strategi pembinaan narapidana tindak pidana terorisme (napiter) melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada 26–27 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk “Peran Pemasyarakatan dalam Menggali Akar Radikalisme dan Motif Tindak Pidana Terorisme” tersebut berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Rakornas diikuti jajaran pemasyarakatan dari berbagai wilayah untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi dalam penanganan serta pembinaan napiter.
Lapas Kelas IIB Pati mengirimkan tiga perwakilan, yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik serta Kegiatan Kerja (Binadik Giatja), dan Kepala Subseksi Keamanan yang bertugas sebagai pamong napiter.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai latar belakang keterlibatan narapidana dalam tindak pidana terorisme, proses radikalisasi, faktor sosial dan ideologis, serta motif yang melatarbelakangi tindakan terorisme.
Sejumlah narasumber dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, praktisi, dan akademisi turut memberikan materi. Salah satunya Dwi Sarwono, Analis Ahli Madya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Pembahasan juga menekankan pentingnya pemanfaatan data dan informasi untuk memahami karakteristik napiter, pola interaksi, serta perkembangan paham radikal. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mengevaluasi dan menentukan strategi pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, mengatakan keikutsertaan jajarannya dalam Rakornas merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam aspek keamanan dan pembinaan narapidana terorisme.
“Pendalaman terhadap akar radikalisme dan motif tindak pidana terorisme menjadi hal penting agar penanganan dan pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Suprihadi.
Menurut dia, wawasan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh jajaran Lapas Pati untuk meningkatkan profesionalisme petugas, memperkuat deteksi dini, serta mendukung pencegahan penyebaran paham radikal di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas petugas, Lapas Pati berharap proses pembinaan napiter dapat berjalan lebih efektif, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan upaya pencegahan radikalisme.
Editor: Agus Suprianto













