330 Siswa SMA Negeri 3 Pati Belajar AI, Polresta Pati Tekankan Etika dan Cerdas Bermedia Digital
PATI – NOTOPROJO.ID
Polresta Pati terus mendorong pelajar untuk memahami perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Paham AI dan Sosialisasi Pengenalan Senopati Academy AI kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Pati.
Kegiatan digelar di SMA Negeri 3 Pati pada Selasa (1/9/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sebanyak 330 siswa dari 10 kelas mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Kapolresta Pati melalui Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono, S.H., M.H. mengatakan pengenalan AI kepada pelajar penting dilakukan seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menurut Kompol Joko, siswa perlu memiliki pemahaman dasar agar mampu memanfaatkan AI secara tepat.
“AI saat ini berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu mengenal teknologi ini sejak dini agar dapat menggunakannya dengan baik,” ujar Kompol Joko Waluyono.
Menurut Kompol Joko Waluyono, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai tanggung jawab sehingga tidak membuat siswa bergantung sepenuhnya pada hasil yang diberikan AI.
“AI bisa membantu siswa mencari ide, memahami materi dan mendukung proses belajar. Tetapi AI bukan untuk menggantikan proses berpikir. Siswa tetap harus memahami dan memeriksa kembali informasi yang diperoleh,” jelas Kompol Joko Waluyono.
Dalam kegiatan tersebut, para Trainer AI Polresta Pati menyampaikan materi mengenai pengenalan AI serta Senopati Academy AI. Para siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat, penggunaan dan pentingnya bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Kompol Joko Waluyono menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI oleh para pelajar. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk menunjang kegiatan positif dan tidak disalahgunakan.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu cara menggunakan AI, tetapi juga memahami batasan dan etika dalam penggunaannya. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab,” kata Kompol Joko Waluyono.
Kompol Joko Waluyono juga mengingatkan para siswa agar tetap kritis terhadap informasi yang diperoleh melalui teknologi AI. Setiap informasi perlu diperiksa kembali sebelum digunakan atau disebarluaskan.
“Anak-anak harus dibekali kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa menggunakan AI untuk kegiatan yang positif, kreatif dan mendukung prestasi,” ungkap Kompol Joko Waluyono.
Kompol Joko Waluyono berharap program Paham AI dan Senopati Academy AI dapat memberikan manfaat bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan edukasi teknologi seperti ini perlu terus dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar dan dikembangkan menjadi kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan para siswa,” pungkas Kompol Joko Waluyono.
Sebanyak 310 dari 330 siswa peserta mendapatkan sertifikat setelah mengikuti kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan penuh antusiasme.
(Red/Humas Resta Pati)













