Pati Tetapkan Siaga Kekeringan dan Karhutla hingga Oktober 2026, 20 Desa Krisis Air Bersih
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menetapkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.
Status siaga tersebut berlaku mulai 1 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meluasnya dampak kekeringan, terutama di wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan penetapan status siaga dilakukan dengan mempertimbangkan perkiraan puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus hingga Oktober.
“Penetapan status siaga ini dimulai 1 Agustus sampai dengan 30 Oktober 2026 karena diperkirakan puncak musim kemarau di tahun 2026 memang terjadi pada bulan Agustus, September, dan Oktober,” ujar Martinus.
Menurutnya, status siaga tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mempersiapkan penanganan apabila dampak kekeringan semakin meluas.
“Status siaga ini ditetapkan untuk persiapan dan mengantisipasi kemungkinan kekeringan semakin meluas dan berdampak terhadap semakin banyak desa maupun lahan pertanian,” jelasnya.
Martinus menambahkan, penetapan status siaga telah melalui rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada 31 Juli 2026.
“Pada tanggal 31 Juli 2026, kami BPBD bersama OPD teknis di bawah pimpinan rapat Pak Plt Bupati Pati,” katanya.
20 Desa di 9 Kecamatan Krisis Air Bersih
Sementara itu, berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Pati, dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Tercatat 20 desa yang tersebar di sembilan kecamatan mengalami krisis air bersih.
Kecamatan Jakenan menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni enam desa.
Kemudian Kecamatan Gabus dan Jaken masing-masing terdapat tiga desa yang mengalami krisis air bersih.
Selanjutnya, Kecamatan Pucakwangi dan Tambakromo masing-masing dua desa.
Sedangkan Kecamatan Winong, Pati, Sukolilo, dan Kayen masing-masing terdapat satu desa yang terdampak.
Pemkab Pati melalui BPBD terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan serta menyiapkan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Reporter : Ar














