Adhyaksa Cup Perdana di Pati Diikuti 43 Tim, Jadi Ajang Pembinaan Pesepak Bola Muda
PATI – NOTOPROJO.ID
Kompetisi sepak bola usia dini Adhyaksa Cup untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebanyak 43 tim dari kelompok usia (KU) 10 dan KU-12 akan bersaing memperebutkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah.
Kompetisi tersebut merupakan hasil kerja sama antara PSSI Kabupaten Pati dan Kejaksaan Negeri Pati. Ketua PSSI Kabupaten Pati, Dian Dwi Budianto, berharap Adhyaksa Cup tidak berhenti sebagai kompetisi perdana, tetapi dapat menjadi agenda tahunan untuk pembinaan sepak bola usia dini.
“Harapan kami memang kita punya agenda tahunan mulai U-10 sampai U-16. Nanti mungkin U-10 dan U-12 di Adhyaksa Cup, sedangkan kelompok senior di Bupati Cup. Bisa juga ada liga internal PSSI, sehingga semua kelompok umur memiliki wadah,” ujar Dian di Gedung KONI Kabupaten Pati, Sabtu (22/8/2026) siang.
Dian menjelaskan, Adhyaksa Cup KU-10 akan diikuti 19 tim dan berlangsung pada 29-30 Agustus 2026. Sementara itu, KU-12 diikuti 24 tim dan dijadwalkan berlangsung pada 5-6 September 2026. Seluruh pertandingan digelar di Stadion Joyokusumo Pati.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Pati. Sejumlah tim dari luar daerah juga turut ambil bagian, termasuk peserta yang datang dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“Peserta terjauh dari Kutai Kartanegara. Dari Jawa Timur juga banyak, kemudian ada dari Semarang dan Kudus. Untuk tim dari Pati, saya memaksimalkan peserta, bahkan saya berikan subsidi,” kata Dian.
Menurut dia, kehadiran tim-tim dari luar daerah menjadi kesempatan penting bagi pemain muda Pati untuk mengukur kemampuan. Selama ini, para pemain usia dini lebih banyak bertemu dalam kompetisi internal PSSI Pati.
“Kalau di Kabupaten Pati kita punya wadah namanya Liga PSSI, sehingga mereka sudah biasa bertemu. Namun, kami ingin mereka bertanding dengan tim-tim dari level yang lebih tinggi. Ini menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan dan skill mereka,” ujarnya.
Dian menilai kompetisi usia dini tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan. Lebih dari itu, turnamen menjadi sarana untuk membangun pengalaman bertanding sekaligus menemukan pemain-pemain potensial sejak usia muda.
Hal senada disampaikan Pembina PSSI Kabupaten Pati, Joni Kurnianto. Menurut dia, Adhyaksa Cup menjadi langkah awal yang baik dalam menyediakan ruang kompetisi bagi pemain KU-10 dan KU-12.
“Ini awalan yang bagus di Pati untuk kompetisi anak-anak U-10 dan U-12, karena selama ini belum ada. Dari sini kita bisa mencari bibit-bibit sejak awal sekaligus memberikan pembelajaran tentang etika dalam bermain sepak bola,” ujar Joni.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan sepak bola berkelanjutan di Kabupaten Pati, sehingga muncul generasi pemain muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan etika dalam bertanding.













