• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemarau Melanda, Sawah Pesisir Sluke Tetap Produktif Berkat Sumber Air Tanah Dalam

Redaksi by Redaksi
Agustus 20, 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kemarau Melanda, Sawah Pesisir Sluke Tetap Produktif Berkat Sumber Air Tanah Dalam

REMBANG – NOTOPROJO.ID

Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Rembang. Namun, kondisi berbeda terlihat di Kecamatan Sluke. Sejumlah areal persawahan di wilayah pesisir tersebut masih mampu berproduksi karena ditopang ketersediaan sumber air tanah dalam.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sluke, Siti Marjidah, mengatakan sejumlah desa masih memiliki cadangan air yang cukup untuk mendukung aktivitas pertanian meski kondisi cuaca relatif kering.

“Alhamdulillah masih bisa tanam walaupun kondisi kering. Karena di Sluke ada sumber air dalam, sehingga masih bisa digunakan untuk pengairan sawah,” kata Siti, Kamis (20/8/2026).

Menurut Siti, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk ditanami tersebar di sejumlah desa, di antaranya Langgar, Pangkalan, Jatisari, Leran, Jurangjero, dan Labuhan. Menariknya, sebagian lahan tersebut berada tidak jauh dari kawasan pantai.

“Justru airnya masih ada di daerah sekitar pantai. Itu yang menjadi ciri khas di Sluke,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan sumur air tanah dalam yang dipadukan dengan sistem pompanisasi, luas lahan yang berpotensi ditanami pada Agustus 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 80 hektare.

“Kalau untuk bulan ini, insyaallah bisa sampai 80 hektare lebih,” kata Siti.

Ia menjelaskan, keberlangsungan aktivitas pertanian di Kecamatan Sluke juga tidak terlepas dari dukungan program pemerintah, terutama dalam pengembangan sarana pengairan.

Pada 2024, kelompok tani di Kecamatan Sluke memperoleh bantuan pembangunan dan pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam (IATD). Program tersebut kembali diberikan pada tahun ini, disertai dukungan alat dan mesin pertanian.

“Alhamdulillah kami dulu tahun 2024 dikasih kegiatan IATD, terus tahun ini ada lagi. Alhamdulillah bisa berkontribusi untuk kelancaran irigasi maupun alsintan,” tuturnya.

Bisa Tanam Tiga Kali Setahun

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan kondisi pertanian di kawasan pesisir Sluke menjadi salah satu potensi yang cukup istimewa. Ketika sebagian wilayah mulai menghadapi keterbatasan air akibat kemarau, kawasan tersebut masih memiliki sumber air yang memadai.

“Ini memang kondisi istimewa di Rembang. Biasanya ketika kemarau sudah sangat sulit air, tetapi ada daerah yang masih sangat cukup air. Istimewanya lagi berada di tepi pantai, jaraknya sekitar 100 meteran,” kata Agus.

Menurut dia, ketersediaan air dari sumur dalam memungkinkan sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

“Lokasinya unik dan memang sejauh kami mengikuti, di sana rutin sampai tiga kali tanam karena sumurnya sangat cukup untuk sawah dan kualitas airnya relatif bagus ketika pernah kami cek,” ujarnya.

Agus menyebut produktivitas padi di kawasan tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya. Namun, petani memiliki keuntungan tambahan karena dapat melakukan musim tanam ketiga atau MT3 ketika sebagian wilayah lain sudah tidak memungkinkan untuk bercocok tanam.

“Petani menjadi diuntungkan ketika bisa tanam di MT3. Dia bisa panen di waktu-waktu daerah lain tidak bisa tanam, sehingga memperoleh keuntungan karena harga relatif lebih tinggi,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan pertanian, Pemerintah Kabupaten Rembang sebelumnya juga memberikan dukungan berupa penambahan sumur dan pompanisasi kepada kelompok tani di wilayah Sluke, Leran, Pangkalan, dan sekitarnya.

Meski demikian, Agus mengingatkan agar pemanfaatan air tanah dilakukan secara bijaksana. Menurut dia, pengambilan air tanah secara berlebihan dapat mengancam keberlanjutan sumber air dalam jangka panjang.

“Harapan kami, daerah tersebut bisa mengelola sumber airnya dengan bijak sehingga bisa bertahan lama dan berkelanjutan. Jangan sampai terlalu berlebihan mengambil sumber air tanah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi intrusi air laut mengingat lokasi persawahan berada di kawasan pesisir.

“Kita harus bijak dalam menggunakan air untuk produksi padi, karena dekat dengan laut ada potensi intrusi air laut,” pungkas Agus.

Reporter: Cholil
Editor: Agus Suprianto

Previous Post

Sidang Dugaan Kekerasan Seksual As, Kuasa Hukum Soroti Surat Dakwaan

Next Post

Kadin Fest 2026 Dorong UMKM dan Investasi, Rembang Bidik Peluang Ekonomi Baru

Redaksi

Redaksi

Next Post

Kadin Fest 2026 Dorong UMKM dan Investasi, Rembang Bidik Peluang Ekonomi Baru

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

BLK Pati Buka Pelatihan PVN Batch 5-7, Peserta Dapat Uang Saku Rp50 Ribu per Hari

Agustus 20, 2026

Lapas Pati Perketat Mitigasi Kebakaran, APAR di Sejumlah Titik Diperiksa Berkala

Agustus 20, 2026

Kadin Fest 2026 Dorong UMKM dan Investasi, Rembang Bidik Peluang Ekonomi Baru

Agustus 20, 2026

Kemarau Melanda, Sawah Pesisir Sluke Tetap Produktif Berkat Sumber Air Tanah Dalam

Agustus 20, 2026

Recent News

BLK Pati Buka Pelatihan PVN Batch 5-7, Peserta Dapat Uang Saku Rp50 Ribu per Hari

Agustus 20, 2026

Lapas Pati Perketat Mitigasi Kebakaran, APAR di Sejumlah Titik Diperiksa Berkala

Agustus 20, 2026

Kadin Fest 2026 Dorong UMKM dan Investasi, Rembang Bidik Peluang Ekonomi Baru

Agustus 20, 2026

Kemarau Melanda, Sawah Pesisir Sluke Tetap Produktif Berkat Sumber Air Tanah Dalam

Agustus 20, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

BLK Pati Buka Pelatihan PVN Batch 5-7, Peserta Dapat Uang Saku Rp50 Ribu per Hari

Agustus 20, 2026

Lapas Pati Perketat Mitigasi Kebakaran, APAR di Sejumlah Titik Diperiksa Berkala

Agustus 20, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika