Minat Jepang Terhadap Tenaga Kerja Asal Jateng Meningkat,Program Magang Pemprov Diserbu Peserta
SEMARANG – NOTOPROJO.ID
Minat Jepang terhadap tenaga kerja muda asal Jawa Tengah terus meningkat. Selain dinilai memiliki kemampuan bekerja yang baik, generasi muda dari provinsi ini juga dikenal memiliki semangat tinggi, dan mudah dibentuk menjadi tenaga kerja berdaya saing global.
Wakil Direktur International Manpower Development Organization, (IM Japan) Yamauchi Takeshi, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta seleksi program pemagangan asal Jawa Tengah. IM Japan bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja berperan menyalurkan peserta magang Indonesia ke berbagai perusahaan di Jepang sebagai mitra pelaksana pemagangan.
“Anak-anak Jawa Tengah memiliki semangat dan energi yang luar biasa. Yang terpenting adalah selalu berpikir positif, jujur, disiplin, bekerja keras, dan selalu berbuat baik kepada orang lain. Nilai-nilai itu menjadi bekal penting untuk sukses bekerja di Jepang,” ujar Yamauchi, saat Pembukaan Seleksi Magang Jepang di kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Jateng, Kota Semarang, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, sikap dan karakter menjadi faktor yang sama pentingnya dengan keterampilan teknis ketika bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang. Karena itu, peserta diminta terus menjaga integritas, kedisiplinan, serta menghormati sesama selama mengikuti program pemagangan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kepercayaan yang diberikan Jepang kepada tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, merupakan modal besar yang harus dijaga bersama.
“Berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu bahwa sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja di Indonesia sangat diminati di Jepang,” kata Luthfi.
Ditambahkan, minat Jepang terhadap tenaga kerja Indonesia, adalah bentuk suatu kerja sama dan kepercayaan, yang harus dijunjung tinggi. Yang mana, tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz mengatakan, minat masyarakat mengikuti program pemagangan Jepang terus meningkat. Setiap tahun sekitar 7.000 hingga 8.000 warga Jawa Tengah diberangkatkan ke Jepang, melalui fasilitasi pemerintah serta lembaga pelatihan kerja pengirim atau LPK Sending Organization (SO).
Pada seleksi tahun ini tercatat ada 508 orang mendaftar, namun hanya 401 peserta yang mengikuti tahapan seleksi tingkat provinsi, sebelum melanjutkan proses seleksi nasional bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, Bali, DKI, Kalimantan Utara, Lampung, dan NTB.
“Harapannya, anak-anak ini ketika di Jepang itu belajar kaitannya dengan etos kerja, kedisiplinannya, kemandiriannya, kompetensi baik, ya skill maupun soft skill-nya. Nanti setelah tiga tahun selesai magang itu tidak boleh lagi berangkat ke sana, tapi mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan di Jepang itu, dan menjadi virus positif di lingkungannya,” ujar Aziz.
Ketua DPW III Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Aris Sutikno menambahkan, Jawa Tengah hingga kini masih menjadi daerah dengan jumlah peminat program magang ke Jepang terbesar di Indonesia.
“Jawa Tengah ini luar biasa, Jawa Tengah ini termasuk yang paling banyak untuk peminatan ke Jepang. Di seluruh Indonesia ini, terutama Jawa Tengah. Baik dari Jepang juga ada daya tarik sendiri, dan dari anak-anak sendiri juga luar biasa untuk minat ke Jepang,” ungkapnya.
Peserta asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Ardiansyah mengatakan, dia mengikuti seleksi Jawa Tengah, karena banyak informasi pendaftaran program magang melalui IM Japan.
“Motivasi saya, ingin belajar betul bagaimana bekerjanya orang Jepang. Karena saya tahunya mereka itu maju. Saya ingin belajar di sana, sehingga bisa mengaplikasikannya di Indonesia,” tutur Andi, saat dipanggil Gubernur Ahmad Luthfi.
Reporter : Idjlal
Editor : Agus susprianto













