250 KK di Banyutowo Terdampak Kekeringan, Komisi B DPRD Pati Salurkan Air Bersih
PATI – NOTOPROJO.ID
Komisi B DPRD Kabupaten Pati kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Kali ini, bantuan difokuskan untuk warga di Kecamatan Tayu dan Dukuhseti, Selasa (3/11/2026).
Anggota Komisi B DPRD Pati, H.M. Yasin Shodiq atau yang akrab disapa Gus Yasin, mengatakan bahwa total bantuan air bersih yang disiapkan Komisi B mencapai 120 tangki. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jadwal serta ketersediaan armada pengangkut air.
“Total 120 tangki yang disalurkan oleh Komisi B. Namun, untuk hari ini, penyaluran dilakukan di beberapa titik di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu,” ujar Gus Yasin saat ditemui di sela-sela kegiatan, didampingi sejumlah anggota Komisi B.
Di Kecamatan Dukuhseti, distribusi air bersih menyasar tiga desa, yakni Desa Kembang, Banyutowo, dan Alasdowo. Sementara di Kecamatan Tayu, bantuan disalurkan ke Desa Tayu Kulon dan Desa Luwang.
Khusus penyaluran pada Selasa, Komisi B DPRD Pati mengerahkan lima tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Gus Yasin menjelaskan, distribusi bantuan tidak berhenti pada hari tersebut, tetapi akan dilanjutkan secara bertahap pada hari-hari berikutnya.
“Beberapa hari yang lalu kita juga sudah menyalurkan. Nantinya tentu akan ada beberapa tangki lagi pada hari-hari berikutnya, karena jadwal kendaraan pengangkut harus menyesuaikan antrean,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.
Bagi warga, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah sulitnya mendapatkan pasokan air bersih. Sudarno, salah seorang warga Desa Banyutowo, mengatakan sekitar 250 kepala keluarga di wilayahnya terdampak langsung krisis air bersih.
Menurut dia, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini cukup ekstrem sehingga bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat.
“Warga yang terdampak kira-kira 250 kepala keluarga. Dengan adanya bantuan dari Komisi B ini, kami sebagai masyarakat merasa sangat terbantu, karena kekeringan yang kami alami saat ini cukup ekstrem,” ungkap Sudarno.
Ia berharap penyaluran bantuan air bersih dapat terus berlanjut selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami juga berharap bantuan ini bisa berkelanjutan sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan dampak kekeringan yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Editor: Agus Suprianto













