300 Pohon Tabebuya Bakal Hiasi Jalan Sudirman Pati, Jangan Cuma Jadi Pemanis Kota!
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana mempercantik Jalan Panglima Sudirman dengan menanam sekitar 300 pohon tabebuya pada musim penghujan 2026. Penanaman ini diharapkan membuat salah satu jalur utama di Kabupaten Pati tersebut semakin hijau, teduh, dan menarik saat bunga bermekaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, mengatakan rencana penanaman ratusan pohon tabebuya itu akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) wilayah Pati. Koordinasi diperlukan karena Jalan Panglima Sudirman merupakan jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Pasti, karena itu milik jalan provinsi, kami akan berkomunikasi terkait penanamannya di pinggir jalan kanan dan kiri. Kalau di tengah sudah ada tanaman pule,” kata Tulus saat ditemui di kantornya, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, sekitar 300 pohon tabebuya tersebut direncanakan ditanam di kedua sisi jalan, masing-masing sekitar 150 pohon. Penanaman diproyeksikan membentang dari kawasan SMA Negeri 1 Pati hingga sekitar Plaza Pragolo.
“Sepanjang Jalan Sudirman paling tidak ada 300-an tanaman. Sekitar 150 di kanan dan 150 di kiri jalan, bisa sampai dari arah SMA 1 mungkin ke depan Plaza Pragolo,” jelasnya.
Gantikan Pohon Mati, Percantik Wajah Kota
Tulus menjelaskan, penanaman tabebuya juga menjadi bagian dari upaya mengganti tanaman yang telah mengering dan mati. Sejumlah pohon di sepanjang jalur tersebut sebelumnya terlihat mengering hingga harus dipangkas.
Dengan penanaman pohon baru, DLH berharap penghijauan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dapat kembali optimal. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek teknis, keamanan pengguna jalan, serta kesesuaian lokasi tanam dengan kewenangan pengelola jalan.
Pemilihan tabebuya bukan tanpa alasan. Tanaman yang kerap disebut sebagai sakura tropis ini memiliki bunga berwarna mencolok, mulai dari merah muda, kuning, hingga putih, bergantung pada jenisnya. Ketika berbunga serempak, tajuk tabebuya dapat menghadirkan pemandangan yang indah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Di Kabupaten Pati, pesona bunga tabebuya sudah terlihat di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati. Saat bermekaran, bunga-bunga tersebut menarik perhatian warga yang datang untuk menikmati suasana sekaligus berswafoto.
Fenomena itu menunjukkan bahwa penataan ruang terbuka hijau tidak hanya berfungsi memperindah kota, tetapi juga berpotensi menciptakan ruang publik yang lebih menarik dan nyaman bagi masyarakat.
Jangan Berhenti pada Keindahan Bunga
Meski demikian, rencana penanaman 300 pohon tabebuya di Jalan Panglima Sudirman tidak cukup hanya dinilai dari keindahan bunganya. Keberhasilan program penghijauan juga bergantung pada perawatan setelah penanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga pengawasan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pemilihan titik tanam pun perlu diperhitungkan secara matang agar tidak mengganggu jaringan utilitas, jarak pandang pengendara, maupun keselamatan pejalan kaki. Koordinasi dengan pengelola jalan provinsi menjadi langkah penting sebelum penanaman direalisasikan.
Jika direncanakan dan dirawat secara optimal, deretan tabebuya di Jalan Panglima Sudirman berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Pati. Bukan sekadar mempercantik wajah kota saat musim berbunga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan tertata.
Masyarakat kini menantikan realisasi rencana tersebut. Sebab, penghijauan yang baik bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang ditanam, melainkan juga berapa banyak yang mampu tumbuh sehat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Penulis: Heroe













