Atasi Kekeringan Puluhan Tahun, PDAM Pati Bidik Pembangunan Sumur Berkapasitas 10 Liter per Detik di Tambakromo
PATI – NOTOPROJO.ID
Persoalan kekeringan yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Pati merencanakan pembangunan sumur baru berkapasitas 10 liter per detik. Namun, realisasi program tersebut masih menunggu hasil survei potensi air tanah dan penentuan titik pengeboran.
Kepala PDAM Tirta Bening Pati, H. Prihanto, S.E., M.M., mengatakan, survei diperlukan untuk memastikan ketersediaan air tanah di wilayah Tambakromo sebelum pembangunan sumur dilakukan.
Menurut dia, potensi sumber air di kawasan tersebut belum diketahui secara pasti. Kondisi cekungan air tanah (CAT) serta karakteristik sumber air setempat perlu dikaji agar pembangunan yang direncanakan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Perlu dilakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan air di wilayah Tambakromo. Kondisi sumur warga di sana rata-rata masih berupa sumur dangkal,” ujar Prihanto.
Rencana pembangunan sumur tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan air bersih yang selama ini dirasakan warga. Selain menyiapkan sumber air baru, PDAM juga merencanakan pembangunan jaringan distribusi agar pasokan air dapat menjangkau permukiman masyarakat.
Prihanto memperkirakan, program penanganan wilayah selatan Kabupaten Pati, termasuk Tambakromo, dapat direalisasikan pada 2027. Sementara itu, sepanjang 2026, PDAM masih menghimpun masukan terkait kebutuhan dan peningkatan layanan air bersih di sejumlah wilayah lain.
Wilayah timur yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Batangan, Juwana, dan Jakenan. Pemetaan kebutuhan di kawasan tersebut diperlukan untuk menentukan prioritas penanganan dan langkah peningkatan kapasitas pelayanan.
PDAM Siapkan Tambahan Pasokan untuk Pati Kota
Selain menyiapkan rencana penanganan kekeringan di Tambakromo, PDAM Tirta Bening Pati juga merencanakan penambahan sumber pasokan air untuk wilayah Pati Kota.
Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi pelanggan, terutama ketika musim kemarau menyebabkan penurunan debit sumber air. Penambahan sumber pasokan diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi sehingga kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
Prihanto menjelaskan, pelayanan air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumur, tetapi juga didukung proses pengolahan dan penjernihan sebelum air disalurkan kepada pelanggan. Proses tersebut dilakukan melalui fasilitas pengolahan di kantor induk PDAM.
Ia menyebutkan, distribusi air di sejumlah wilayah, antara lain Sembaturagung dan Bangmalang, mulai berjalan lebih lancar.
PDAM Tirta Bening Pati berharap penambahan sumber air, pengembangan jaringan distribusi, serta evaluasi kebutuhan di berbagai wilayah dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, rencana pembangunan sumur baru di Tambakromo masih bergantung pada hasil survei dan kesiapan pelaksanaannya. Masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan air bersih diharapkan dapat memperoleh akses air yang lebih memadai setelah program tersebut terealisasi.
Penulis : Heroe














