• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Berita Derap Hukum

Gara-Gara Sabun Cuci Muka, Siswa Sekolah Rakyat Pati Diduga Dikeroyok hingga Terluka

Redaksi by Redaksi
Oktober 10, 2026
in Berita Derap Hukum
0
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gara-Gara Sabun Cuci Muka, Siswa Sekolah Rakyat Pati Diduga Dikeroyok hingga Terluka

PATI – NOTOPROJO.ID

Seorang siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial D, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah temannya di lingkungan sekolah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka, termasuk memar di tubuh serta gigi copot dan patah.

Saat ini, D menjalani perawatan di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di RSUD RAA Soewondo Pati.

Kepada wartawan saat ditemui di KSH Pati, Jumat (9/10/2026) sore, D mengaku mengalami dugaan pemukulan sebanyak dua kali pada Selasa (29/9/2026). Peristiwa itu disebut terjadi setelah salat Magrib dan berlanjut setelah salat Isya.

D menceritakan, kejadian bermula ketika dirinya hendak meletakkan pakaian dinas lapangan (PDL) di kamar setelah makan seusai salat Magrib. Saat itu, seorang temannya menanyakan sabun yang hilang dan menuduh dirinya mengambil barang tersebut.

D mengaku tidak mengetahui keberadaan sabun yang dimaksud. Namun, tak lama kemudian, ia mengaku dipukul dari belakang.

“Awalnya habis makan Magrib itu hari Selasa, ambil PDL, habis itu ke kamar untuk menaruh PDL. Tiba-tiba ditanya, ‘Kamu mengambil sabunku?’ Terus aku bilang tidak. Tiba-tiba dari belakang ada yang memukul,” kata D.

Menurut D, pemukulan kembali terjadi setelah salat Isya. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah teman yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Terus aku dipojokkan, tetapi itu sudah selesai. Habis Isya dilanjutkan,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, D mengaku berada di ruang pengawas. Pemeriksaan medis baru dilakukan pada hari berikutnya.

“Setelah kejadian itu di ruang pengawas dulu, baru besoknya,” kata dia.

Orang Tua Baru Mengetahui Kondisi Korban

Sementara itu, orang tua korban, Dewi, warga Kecamatan Pati, mengaku baru mengetahui anaknya mengalami dugaan pengeroyokan pada Kamis (1/10/2026). Saat itu, ia diminta datang ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk melihat kondisi anaknya.

Dewi mengatakan, ketika tiba di rumah sakit, anaknya sudah menjalani pemeriksaan di poli gigi. Di lokasi tersebut, ia mendapat informasi dari wali asuh mengenai luka yang dialami D.

“Saya tahu anak saya menjadi korban pengeroyokan itu hari Kamis (1/10/2026). Saya disuruh datang ke Soewondo untuk menemui dan mengetahui keadaan anak saya,” ujar Dewi.

“Sesampainya di Soewondo, ternyata anak saya sudah masuk ke poli gigi. Di luar, saya diberi tahu oleh wali asuh bahwa anak saya mengalami luka di bagian gigi,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari wali asuh, Dewi menyebut anaknya diduga dikeroyok oleh 14 teman sekolahnya. Peristiwa itu disebut bermula dari tuduhan bahwa D mengambil sabun cuci muka milik temannya.

“Katanya dikeroyok 14 anak temannya. Penyebabnya dituduh mencuri sabun cuci muka,” kata Dewi.

Akibat kejadian tersebut, Dewi menyebut anaknya mengalami lebam pada bagian pundak, benjolan di kepala, serta luka pada dahi. Selain itu, satu gigi korban dilaporkan copot dan satu lainnya patah.

“Pundaknya sakit dan lebam, kepalanya benjol-benjol, dahinya gosong,” ujarnya.

Kasus dugaan pengeroyokan ini menjadi perhatian karena melibatkan siswa di lingkungan lembaga pendidikan. Informasi mengenai kronologi kejadian, jumlah siswa yang diduga terlibat, serta penanganan terhadap korban masih perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah dan pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak sekolah mengenai dugaan pengeroyokan tersebut belum tercantum dalam informasi yang diterima redaksi.

Penulis : Heroe

Previous Post

Dugaan Pengeroyokan di SRT 1 Pati, 14 Siswa Disebut Terlibat, Sekolah Jangan Cukup Beri Pembinaan

Next Post

Diduga Dikeroyok 14 Siswa, Anak Kelas X Sekolah Rakyat Pati Trauma hingga Ketakutan

Redaksi

Redaksi

Next Post

Diduga Dikeroyok 14 Siswa, Anak Kelas X Sekolah Rakyat Pati Trauma hingga Ketakutan

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

MATI SATU, TUMBUH 1000! Kebohongan Boleh Menang Sesaat, tetapi Kebenaran Tak Akan Mati

Oktober 10, 2026

Diduga Dikeroyok 14 Siswa, Anak Kelas X Sekolah Rakyat Pati Trauma hingga Ketakutan

Oktober 9, 2026

Gara-Gara Sabun Cuci Muka, Siswa Sekolah Rakyat Pati Diduga Dikeroyok hingga Terluka

Oktober 10, 2026

Dugaan Pengeroyokan di SRT 1 Pati, 14 Siswa Disebut Terlibat, Sekolah Jangan Cukup Beri Pembinaan

Oktober 10, 2026

Recent News

MATI SATU, TUMBUH 1000! Kebohongan Boleh Menang Sesaat, tetapi Kebenaran Tak Akan Mati

Oktober 10, 2026

Diduga Dikeroyok 14 Siswa, Anak Kelas X Sekolah Rakyat Pati Trauma hingga Ketakutan

Oktober 9, 2026

Gara-Gara Sabun Cuci Muka, Siswa Sekolah Rakyat Pati Diduga Dikeroyok hingga Terluka

Oktober 10, 2026

Dugaan Pengeroyokan di SRT 1 Pati, 14 Siswa Disebut Terlibat, Sekolah Jangan Cukup Beri Pembinaan

Oktober 10, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

MATI SATU, TUMBUH 1000! Kebohongan Boleh Menang Sesaat, tetapi Kebenaran Tak Akan Mati

Oktober 10, 2026

Diduga Dikeroyok 14 Siswa, Anak Kelas X Sekolah Rakyat Pati Trauma hingga Ketakutan

Oktober 9, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika