Pulang Nonton Organ Tunggal, Tawuran Pecah di Tayu dan Margoyoso Pati
PATI – NOTOPROJO.ID
Aksi tawuran antarkelompok pemuda pecah di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah warung di Desa Pakis, Kecamatan Tayu, Jumat (2/10/2026) malam.
Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan kemudian beredar di media sosial. Rekaman yang disebut terjadi sekitar pukul 22.46 WIB itu memperlihatkan keributan sekelompok pemuda di lokasi warung.
Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto membenarkan adanya peristiwa tawuran tersebut. Menurut dia, kelompok pemuda yang terlibat diduga berasal dari wilayah Kecamatan Margoyoso.
“Njih mas (benar), sudah ditangani Polsek Margoyoso,” kata Aris saat dikonfirmasi.
Berawal dari Perselisihan Saat Organ Tunggal
Kapolsek Margoyoso AKP Daffid Paradhi menjelaskan, peristiwa tersebut bukan aksi kelompok gangster. Tawuran diduga bermula dari perselisihan antarpemuda ketika mereka menonton pertunjukan organ tunggal di wilayah Margoyoso.
Setelah acara selesai, sekelompok pemuda dari Ngemplak Kidul tidak langsung pulang. Mereka justru beramai-ramai mengendarai sepeda motor menuju wilayah Tayu.
Sesampainya di Tayu, kelompok tersebut kembali bertemu dengan pemuda lainnya yang sebelumnya diduga terlibat perselisihan saat pertunjukan organ tunggal.
Pertemuan itu kemudian berubah menjadi keributan hingga berujung tawuran di salah satu warung di wilayah Tayu.
“Diduga pelaku warga Ngemplak Kidul. Mereka sepulang dari nonton organ tunggal beramai-ramai motoran sampai ke wilayah Tayu dan bertemu dengan orang yang berselisih saat di orkes sehingga terjadi peristiwa di video tersebut,” jelas Daffid.
Keributan Berlanjut Saat Pulang
Persoalan belum berhenti setelah kelompok tersebut meninggalkan wilayah Tayu.
Dalam perjalanan pulang menuju Margoyoso, mereka kembali terlibat perselisihan dengan warga di kawasan Ngemplak Lor.
Polisi kemudian mengamankan salah seorang pembonceng untuk dimintai keterangan di Polsek Margoyoso.
“Selanjutnya mereka pulang ke wilayah kami. Sesampainya di Ngemplak Lor, berselisih paham dengan warga dan salah satu pembonceng diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Margoyoso,” ujar Daffid.
Polsek Margoyoso menyatakan masih mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan Polsek Tayu untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.
“Kami masih mengumpulkan data dan komunikasi dengan Polsek Tayu,” katanya.
Daffid juga menegaskan bahwa pihaknya meminta masyarakat tidak terburu-buru menyebut peristiwa tersebut sebagai aksi gangster.
“Mohon bantuan, kami sampaikan itu bukan gangster,” tegasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian keributan tersebut.
Penulis : Heroe














