Ribuan Massa LSM Harimau Gelar Aksi di MNC Tower, Sampaikan Tujuh Tuntutan
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Ribuan massa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan MNC Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Menurut pihak penyelenggara, sekitar 2.500 orang mengikuti aksi tersebut. Massa datang dari sejumlah daerah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak keterbukaan informasi dan penanganan hukum terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian LSM Harimau.
Aksi tersebut dipimpin jajaran pengurus pusat bersama anggota LSM Harimau dari berbagai wilayah. Ketua Umum sekaligus pendiri LSM Harimau, Tonny Syarifudin Hidayat, turut hadir di tengah massa.
Dalam aksi itu, LSM Harimau menyampaikan sejumlah tudingan terkait dugaan penculikan Solahudin dan Rahardian Ari serta dugaan aliran dana politik uang pada Pemilu 2024.
LSM Harimau meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan tersebut secara transparan, objektif, dan berdasarkan bukti serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sampaikan Tujuh Tuntutan
Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa, Bang Beke, membacakan tujuh tuntutan LSM Harimau.
Pertama, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk nama Hary Tanoesoedibjo, dalam perkara yang disebut berkaitan dengan Solahudin dan Rahardian Ari berdasarkan bukti yang sah.
Kedua, meminta aparat mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk pihak yang disebut sebagai perencana, pemberi perintah, pendana maupun pihak lainnya.
Ketiga, meminta dugaan aliran dana politik uang senilai Rp60 miliar di Jawa Tengah pada Pemilu 2024 diselidiki secara transparan.
Keempat, meminta seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan perkara diperiksa secara objektif tanpa perlakuan istimewa maupun diskriminasi.
Kelima, mendesak agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keenam, meminta penanganan perkara tidak berhenti pada pihak yang diduga menjadi pelaku di lapangan atau eksekutor apabila ditemukan bukti adanya keterlibatan pihak lain.
Ketujuh, meminta aparat membuka informasi mengenai fakta dan perkembangan penanganan perkara kepada publik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi Dikawal Aparat Kepolisian
Aksi berlangsung di kawasan pusat perkantoran Jakarta. Aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan MNC Tower agar mobilitas pengguna jalan tetap berjalan.
Panitia aksi mengimbau peserta menyampaikan aspirasi secara tegas, tetapi tetap tertib dan damai serta tidak melakukan tindakan anarkis.
Hingga kegiatan berakhir, aksi berlangsung kondusif. Massa kemudian meninggalkan kawasan MNC Tower secara bertahap dan tertib.
LSM Harimau menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan penanganan melalui mekanisme hukum.
Editor : Agus suprianto














