Belasan Siswa di Tambakromo Diduga Keracunan Usai Minum Susu MBG, Dinkes Masih Lakukan Pemeriksaan
PATI – NOTOPROJO.ID
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati masih melakukan pemeriksaan epidemiologi (PE) untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Narimo Pratugas membenarkan adanya laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, Luky menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh susu MBG atau faktor lainnya.
“Masih dilakukan PE (pemeriksaan epidemiologi), jadi kami belum bisa memastikan apakah karena MBG atau penyebab lain,” ujar Luky.
Sementara itu, dugaan susu MBG menjadi pemicu muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah ibu mengeluhkan kondisi susu yang dibagikan kepada siswa.
Dalam video tersebut, seorang perempuan menyebut aroma susu sudah tidak sedap meskipun tanggal kedaluwarsa yang tercantum masih 2027.
“Susunya MBG kok malah keracunan. Ini baunya seperti ini. Kalau begitu minum susu beruang. Ini kedaluwarsanya 2027, kok seperti ini,” ujar perempuan tersebut dalam video.
Beredarnya video tersebut menambah perhatian terhadap kasus dugaan keracunan yang dialami siswa di wilayah Tambakromo. Meski demikian, kondisi susu dan kaitannya dengan gejala yang dialami para siswa masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan.
Sebelumnya, media MuriaNews.com melaporkan sedikitnya 17 siswa SDN Maitan 01, Kecamatan Tambakromo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi susu dari program MBG, Kamis (17/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, sedangkan tujuh siswa mengalami muntah. Para siswa tersebut sempat mendapatkan perawatan di bidan desa setempat.
Hingga berita ini ditulis, Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Pati Rosesita belum memberikan tanggapan ketika dihubungi redaksi Notoprojo.id melalui pesan singkat WhatsApp terkait dugaan tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati masih melakukan PE untuk memastikan sumber paparan dan penyebab munculnya gejala pada para siswa. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran apakah kasus tersebut berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman dari program MBG maupun faktor lainnya.













