269 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Jatuhkan Suspend Berat SPPG Gembong I
PATI – NOTOPROJO.ID
Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sanksi tersebut diberikan menyusul insiden dugaan keracunan setelah ratusan siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (10/9/2026), tercatat sebanyak 269 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong diduga mengalami gejala keracunan.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan kategori suspend ditentukan berdasarkan jumlah korban serta hasil evaluasi terhadap kondisi dapur SPPG.
Menurutnya, apabila jumlah siswa yang terdampak mencapai lebih dari 100 orang, maka dapur SPPG masuk dalam kategori pelanggaran berat dan dikenai suspend selama 30 hari.
“Kalau suspend di atas 100 itu sudah berat pasti. Apalagi kalau dapurnya jelek, sudah kita permanen,” kata Trenggono saat ditemui di RS KSH Pati, Kamis (10/9/2026) sore.
Trenggono menjelaskan, BGN menerapkan beberapa tingkatan sanksi terhadap dapur SPPG yang bermasalah. Suspend ringan diberikan selama 10 hari, suspend sedang selama 20 hari, sedangkan suspend berat berlangsung selama 30 hari.
“Suspend ringan 10 hari, suspend sedang 20 hari, suspend berat 30 hari. Kalau dapurnya berat, kita permanen,” ujarnya.
Pati Tetapkan Status KLB
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menetapkan insiden dugaan keracunan MBG tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penetapan status KLB dilakukan sebagai langkah pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dan memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Ini kami memang mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya hal-hal seperti ini menyangkut dengan nyawa. Makanya kemarin saya putuskan untuk kondisinya adalah KLB,” jelas Chandra.
Chandra menambahkan, Pemkab Pati juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG yang menjalankan program MBG di wilayah Kabupaten Pati.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan standar keamanan pangan dan proses penyediaan makanan bagi para siswa berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Kasus dugaan keracunan tersebut kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah dan BGN. Penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala juga terus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati.
Penulis : Heroe













