• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Pemkab Rembang Dukung Penyediaan Lahan Untuk Pembangunan Silo dan Sentra Pengering Jagung

Redaksi by Redaksi
Februari 13, 2026
in Berita Terkini
0
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemkab Rembang Dukung Penyediaan Lahan Untuk Pembangunan Silo dan Sentra Pengering Jagung

REMBANG – NOTOPROJO.ID

Perum Bulog merencanakan pembangunan infrastruktur pascapanen modern di Kabupaten Rembang berupa silo untuk penyimpanan gabah dan sentra pengering jagung guna memperkuat tata kelola pangan dari hulu hingga hilir. Silo tersebut dirancang berkapasitas hingga 9.000 ton dan mampu menyimpan gabah kering giling (GKG) sebelum diproses menjadi beras medium maupun premium.

Pimpinan Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan, gabah yang diserap Bulog nantinya akan disimpan dalam silo sebelum diproses lebih lanjut. Dari penyimpanan tersebut, gabah dapat diolah menjadi beras medium maupun premium, bahkan dikembangkan menjadi produk turunan seperti tepung beras.

“Nanti padi masuk ke mesin Bulog, disimpan dalam silo kapasitas 9.000 ton. Kapan pun mau diproses menjadi beras premium atau medium, hasilnya tetap fresh,” jelas Meitha, Kamis (12/2).

Menurutnya, beras yang dihasilkan merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan disalurkan untuk kebutuhan stabilisasi maupun bantuan pangan. Dengan sistem penyimpanan modern, kualitas beras tetap terjaga.

“Berasnya selalu fresh. Fungsinya untuk menjaga standar harga, sehingga tidak ada lagi harga di bawah harga pembelian pemerintah,” tegasnya.

Selain beras, Bulog juga melihat potensi penguatan komoditas jagung di Rembang. Meitha menuturkan, harga jagung di tingkat petani kerap rendah karena belum memenuhi standar kadar air yang ditetapkan pemerintah.

“Yang diatur pemerintah itu jagung pipil kering. Kalau masih bonggol atau belum dipipil memang belum diatur. Untuk jagung pipil kering dengan kadar air 18–20 persen, Bulog membeli Rp5.500. Tetapi itu harus melalui proses pengeringan,” ujarnya.

Ia menduga rendahnya harga di tingkat petani, yang bisa berada di kisaran Rp3.500 per kilogram, disebabkan belum tersedianya fasilitas pengeringan. Karena itu, Bulog mendorong pembangunan Corn Drying Center atau sentra pengeringan jagung.

“Fasilitas ini untuk menurunkan kadar air setelah panen. Kalau itu ada, nilai tukar petani bisa meningkat dan harga mengikuti standar pemerintah,” katanya.

Terkait rencana pembangunan, membutuhkan dukungan Pemkab Rembang untuk penyediaan lahan seluas minimal lima hektare. Namun, lahan tersebut harus berstatus hibah karena Bulog tidak diperkenankan membangun di atas aset milik daerah tanpa proses hibah.

Seluruh pembiayaan pembangunan akan ditanggung Bulog, sementara proses administrasi hibah menjadi kewenangan pemerintah daerah dan DPRD.

“Minimal lima hektare karena kebutuhan mesin modern. Jika proses hibah selesai dan sudah ada persetujuan, kami targetkan pembangunan pada 2026,” jelasnya.

Menanggapi rencana pembangunan sentra pascapanen oleh Perum Bulog, Bupati Rembang Harno menyatakan dukungannya. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Rembang siap menyiapkan lahan sesuai kebutuhan.

“Pemkab akan menyiapkan lahan minimal lima hektare. Kalau bersama jagungnya, bisa sampai tujuh hektare,” ujar Harno.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu petani, terutama dalam penanganan pascapanen. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, proses pengeringan jagung kerap menjadi kendala.

“Kalau ini terealisasi, tentu akan membantu masyarakat petani dalam pascapanen. Terutama sekarang panen jagung, karena hujan dan kondisi cuaca, kita agak susah pengeringannya. Nanti mungkin di situ ada fasilitas pengeringan jagung,” jelasnya.

Harno juga mengungkapkan telah memikirkan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sentra tersebut. Salah satu opsi berada di kawasan lahan milik pemkab di bagian belakang area Gedung Olahraga (GOR) yang berdekatan dengan Kampus Undip. Akses menuju lokasi juga dinilainya cukup memadai karena dapat dilalui melalui Jalan Desa Kerep maupun jalan utama lainnya.

“Saya sudah berpikir, untuk awal bisa ditempatkan di bagian belakang. Sebelah utara kan Undip, kurang lebih ada 15 hektare. Masih ada luas lahan, nanti saya taruh di belakang. Lewatnya bisa lewat Jalan Kerep dan juga bisa lewat jalan utama. Nanti akan saya hitung kebutuhan luasnya untuk semuanya,” pungkas Harno.

Reporter : Cholil
Editor : Agus suprianto
Pemkab Rembang Dukung Penyediaan Lahan Untuk Pembangunan Silo dan Sentra Pengering Jagung

REMBANG – NOTOPROJO.ID

Perum Bulog merencanakan pembangunan infrastruktur pascapanen modern di Kabupaten Rembang berupa silo untuk penyimpanan gabah dan sentra pengering jagung guna memperkuat tata kelola pangan dari hulu hingga hilir. Silo tersebut dirancang berkapasitas hingga 9.000 ton dan mampu menyimpan gabah kering giling (GKG) sebelum diproses menjadi beras medium maupun premium.

Pimpinan Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan, gabah yang diserap Bulog nantinya akan disimpan dalam silo sebelum diproses lebih lanjut. Dari penyimpanan tersebut, gabah dapat diolah menjadi beras medium maupun premium, bahkan dikembangkan menjadi produk turunan seperti tepung beras.

“Nanti padi masuk ke mesin Bulog, disimpan dalam silo kapasitas 9.000 ton. Kapan pun mau diproses menjadi beras premium atau medium, hasilnya tetap fresh,” jelas Meitha, Kamis (12/2).

Menurutnya, beras yang dihasilkan merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan disalurkan untuk kebutuhan stabilisasi maupun bantuan pangan. Dengan sistem penyimpanan modern, kualitas beras tetap terjaga.

“Berasnya selalu fresh. Fungsinya untuk menjaga standar harga, sehingga tidak ada lagi harga di bawah harga pembelian pemerintah,” tegasnya.

Selain beras, Bulog juga melihat potensi penguatan komoditas jagung di Rembang. Meitha menuturkan, harga jagung di tingkat petani kerap rendah karena belum memenuhi standar kadar air yang ditetapkan pemerintah.

“Yang diatur pemerintah itu jagung pipil kering. Kalau masih bonggol atau belum dipipil memang belum diatur. Untuk jagung pipil kering dengan kadar air 18–20 persen, Bulog membeli Rp5.500. Tetapi itu harus melalui proses pengeringan,” ujarnya.

Ia menduga rendahnya harga di tingkat petani, yang bisa berada di kisaran Rp3.500 per kilogram, disebabkan belum tersedianya fasilitas pengeringan. Karena itu, Bulog mendorong pembangunan Corn Drying Center atau sentra pengeringan jagung.

“Fasilitas ini untuk menurunkan kadar air setelah panen. Kalau itu ada, nilai tukar petani bisa meningkat dan harga mengikuti standar pemerintah,” katanya.

Terkait rencana pembangunan, membutuhkan dukungan Pemkab Rembang untuk penyediaan lahan seluas minimal lima hektare. Namun, lahan tersebut harus berstatus hibah karena Bulog tidak diperkenankan membangun di atas aset milik daerah tanpa proses hibah.

Seluruh pembiayaan pembangunan akan ditanggung Bulog, sementara proses administrasi hibah menjadi kewenangan pemerintah daerah dan DPRD.

“Minimal lima hektare karena kebutuhan mesin modern. Jika proses hibah selesai dan sudah ada persetujuan, kami targetkan pembangunan pada 2026,” jelasnya.

Menanggapi rencana pembangunan sentra pascapanen oleh Perum Bulog, Bupati Rembang Harno menyatakan dukungannya. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Rembang siap menyiapkan lahan sesuai kebutuhan.

“Pemkab akan menyiapkan lahan minimal lima hektare. Kalau bersama jagungnya, bisa sampai tujuh hektare,” ujar Harno.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu petani, terutama dalam penanganan pascapanen. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, proses pengeringan jagung kerap menjadi kendala.

“Kalau ini terealisasi, tentu akan membantu masyarakat petani dalam pascapanen. Terutama sekarang panen jagung, karena hujan dan kondisi cuaca, kita agak susah pengeringannya. Nanti mungkin di situ ada fasilitas pengeringan jagung,” jelasnya.

Harno juga mengungkapkan telah memikirkan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sentra tersebut. Salah satu opsi berada di kawasan lahan milik pemkab di bagian belakang area Gedung Olahraga (GOR) yang berdekatan dengan Kampus Undip. Akses menuju lokasi juga dinilainya cukup memadai karena dapat dilalui melalui Jalan Desa Kerep maupun jalan utama lainnya.

“Saya sudah berpikir, untuk awal bisa ditempatkan di bagian belakang. Sebelah utara kan Undip, kurang lebih ada 15 hektare. Masih ada luas lahan, nanti saya taruh di belakang. Lewatnya bisa lewat Jalan Kerep dan juga bisa lewat jalan utama. Nanti akan saya hitung kebutuhan luasnya untuk semuanya,” pungkas Harno.

Reporter : Cholil
Editor : Agus suprianto

Previous Post

Satlantas Polresta Pati Razia Knalpot Brong di Depan Plaza Pragolo

Next Post

Hadiri Pengukuhan PBI Kudus, Begini Pesan Bupati Sam’ani

Redaksi

Redaksi

Next Post

Hadiri Pengukuhan PBI Kudus, Begini Pesan Bupati Sam'ani

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

Pemkab Pati Genjot Investasi, Investor Tiongkok Siap Bangun Pelabuhan Perikanan di Juwana

Mei 25, 2026

Debit Air Sungai Widodaren Menurun, Genangan di Empat Desa Batangan Masih Surut Lambat

Mei 25, 2026

Dugaan Penipuan Rekrutmen Akpol Rp1,5 Miliar Diungkap Polresta Pati, Dua Pelaku Diamankan

Mei 25, 2026

Polresta Pati Fasilitasi Klarifikasi, Pemuda Pembuat Video Pocong di Desa Lahar Sampaikan Permintaan Maaf

Mei 24, 2026

Recent News

Pemkab Pati Genjot Investasi, Investor Tiongkok Siap Bangun Pelabuhan Perikanan di Juwana

Mei 25, 2026

Debit Air Sungai Widodaren Menurun, Genangan di Empat Desa Batangan Masih Surut Lambat

Mei 25, 2026

Dugaan Penipuan Rekrutmen Akpol Rp1,5 Miliar Diungkap Polresta Pati, Dua Pelaku Diamankan

Mei 25, 2026

Polresta Pati Fasilitasi Klarifikasi, Pemuda Pembuat Video Pocong di Desa Lahar Sampaikan Permintaan Maaf

Mei 24, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

Pemkab Pati Genjot Investasi, Investor Tiongkok Siap Bangun Pelabuhan Perikanan di Juwana

Mei 25, 2026

Debit Air Sungai Widodaren Menurun, Genangan di Empat Desa Batangan Masih Surut Lambat

Mei 25, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika