Firman Soebagyo Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Empat Konsensus Dasar Bersama KPPG dan Al Hidayah
PATI – NOTOPROJO.ID
Firman Soebagyo, S.H., M.H menggelar sosialisasi pemantapan wawasan kebangsaan sosialisasikan empat konsensus dasar di ballroom New Merdeka Hotel Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 69 Pati, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2025).
Anggota DPRD Pati sekaligus Ketua DPD Golkar Pati Endah Sri Wahyuningati dalam sambutannya memaparkan, bahwa yang hadir disini ada teman-teman Fatayat, juga agama Kristen, Hindu dan Budha. Rata-rata ibu-ibu ini tergabung di Kormi.
“Pada kesempatan kali ini, nanti kita dengarkan bersama-sama wawasan kebangsaan dari pak Firman dan Bu Atik Sudewo agar bisa menjadi wanita yang berdaya guna, dan dalam pertemuan kali ini diselaraskan perempuan semua,” jelasnya.
dr. Atik Kusdarwati selaku Ketua Penggerak PKK memaparkan, mengapresiasi kepada Bapak Firman Soebagyo yang telah memberikan kegiatan wawasan kebangsaan, dan ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Dulu waktu itu yang sebayanya sudah mendapatkan pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila).
“Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar Karana beragam suku bangsa, Agama, Ras yang dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika serta Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Dengan keberagaman ini mari kita jaga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di wilayah kita masing-masing,” tutur Atik Kusdarwati.
Dengan perkembangan zaman banyak memiliki konflik yang ditimbulkan dari media sosial (Medsos) yang dapat memecah belah bangsa jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, dengan adanya penguatan wawasan kebangsaan ini supaya berdaya guna, karena ibu-ibu memiliki peran penting, sebeb sebagai penggerak keluarga dan masyarakat.
“Dengan itu, pasti bisa menjalin persatuan dan kesatuan dengan adanya peran serta Ibu-ibu, ini merupakan salah satu partisipasi sebagai seorang perempuan. Adanya berita hoax nanti bisa mengendalikan minimal keluarganya, agar tidak menjadi intoleran, namun bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara,” tambah Atik.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang juga merupakan Anggota MPR-RI, Firman Soebagyo,SE S.H., M.H mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini diadakan untuk semua pihak dan tidak hanya dari partai Golkar saja, tapi dari Partai lainnya.
“Kegiatan ini, akan terus dilakukan pada setiap tahunnya. Wawasan kebangsaan memiliki konsep dari Pancasila kemudian Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) 1945 yang diamandemen sampai empat kali, dan dijaga oleh pemerintah setelah reformasi,” papar Firman Soebagyo.
Semangat reformasi bertujuan tentang bagaimana cara me regenerasi, tetapi dalam proses perjalanannya banyak menyisipkan pasal-pasal dalam UUD 1945, bahkan saat saya akan menjabat DPR-RI yang pertama kalinya baru melihat bahwa di DPR itu ada kantor perwakilan luar negeri, saya bersuara keras kepada pimpinan, sebenarnya ini negara apa, karena saya berkunjung di berbagai Kementerian.
“Kami anggota DPR yang berkunjung dan membawa handphone saja tidak boleh, bahkan kita diperiksa tidak boleh tetapi di Indonesia perwakilan asing ini diberikan kantor di DPR, dimana DPR ini merupakan salah satu lembaga negara yang menyimpan file-file atau dokumen. Untuk itu, saya meminta dalam waktu 3×24 jam harus diusir dari DPR, dan Alhamdulillah berhasil,” pungkas Legislator asal Pati ini
Reporter : Ar
Editor : Heroe














