Kurangnya Hujan Dalam Dua Bulan Ini,Sejumlah Desa Mulai Kekeringan
Pati – Notoprojo.id
Di akhir bulan Juli tahun ini minggu ( 30/7 – 2023 ) di beberapa wilayah tenggara kabupaten pati sudah mulai mengalami kekeringan. Sudah banyak sumur-sumur tanah yang tidak bisa lagi mengeluarkan air bersih untuk bisa di konsumsi warga.
Akibatnya, untuk mencukupi kebutuhan air bersih rumahtangga, warga harus membeli air bersih Rp 350 hingga 450 ribu per truk (tangki isi 5000 liter).
Dari pantauan awak media Minggu (30/7/2023), sejumlah desa yang mengalami kekeringan di wilayah kecamatan Jaken, adalah Ronggo, Sidomukti, dan desa Mantingan. Warga di tiga desa tersebut, rela antre mengambil air saat ada bantuan kemanusiaan yang dikirim relawan.
Sejumlah warga mengatakan, kesulitan air bersih sudah terjadi sebulan lalu. Akibat kejadian kekeringan, selain menyebabkan kurangnya air bersih untuk kebutuhan air bersih rumahtangga, seperti untuk memasak, mandi, atau mencuci, juga mengakibatkan layu, dan bahkan mati aneka tanaman di areal pertanian.
“Kami harus beli air bersih Rp 450 ribu per tangki” tutur beberapa penduduk.
Sejumlah warga menyatakan, meski daerahnya mengalami kekeringan, namun mereka mengaku belum pernah mendapat bantuan (pengedropan) air bersih dari pemkab Pati.
“Karena itu banyak tanaman tembakau dan tebu yang mati akibat tidak ada air untuk menyiram” tambah mereka.
Harimawan Andi Nurdin, seorang relawan Kembang Joyo, mengatakan pihaknya mulai mengirim bantuan air bersih secara gratis ke wilayah kecamatan Jaken yang mengalami kekeringan. Yakni minimal, setiap hari dikirim 2 truk air.
“Untuk pembelian air biaya per tangki Rp 350 ribu. Dana didapat dari bantuan warga Pati yang mempunyai kepedulian” ujarnya.
Andi salah satu relawan ini, memperkirakan jika tidak ada hujan dalam waktu dekat ini, maka luasan wilayah yang mengalami kekeringan akan bertambah. Khususnya, di daerah yang berdekatan dengan sungai Juwana.
Agus Supriyanto warga jakenan memperkirakan, kekeringan di daerah Jakenan, biasanya terjadi mulai Agustus atau setelah musim panen kedelai.
Aris Sugiyono salah satu warga dari Desa Sukolilo mengatakan,di wilayah kecamatan Sukolilo terutama desa cengkalsewu dan yang rawan mengalami kekeringan, adalah terutama di desa Kedumulya.
( Red/Lek wan )














