Megengan Di Alun-alun Demak DiRamaikan Pedagang Luar Provinsi
DEMAK – NOTOPROJO.ID
Dalam kemeriahan Megengan di Alun Alun Demak, para pedagang yang menggelar lapaknya (mremo) tidak hanya dari warga lokal. Namun ternyata ada pedagang dari luar propinsi. Salah satu Samsi dari cirebon Jawa Barat, dirinya beserta teman temanya datang di kota wali untuk menjual mainan anak anak seperti barongsai dan topeng barongan.
Mainan khas tersebut terbuat dari bahan styrofoam dan diberi warna menarik khas permainan kesenian tersebut. Seperti barongsai dan topeng yang dijual dengan harga Rp. 25.000,-.
“Kami datang bersama rombongan di kota wali, ya untuk mencari rezki dengan menjual mainan ini. Untuk harga rata rata dua puluh lima ribu”, kata samsi, Senin (11/3/24)
“Untuk acara ini agak sepi pembeli meskipun ada yang beli juga, jika ramai pembeli biasa yang menghadirkan hiburan Barongsai hehe”, tambahnya sambil tertawa kecil.
Tradisi megengan Demak memiliki khas mainan anak anak seperti otok otok yang terbuat dari bambu dengan cara diputar maupun didorong. Selain itu juga ada payung warna warni yang terbuat dari bahan plastik dan kertas.
Tradisi Megengan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 1445 H dan menyambut Hari jadi Demak ke 521 dikemas dalam Festival Megengan dan Kirab Budaya. Mampu menyedot perhatian warga, mereka berdatangan untuk menyaksikan kirab dan menikmati kuliner khas Megengan lontong pecel dan sate keong bumbu kacang.
Reporter : Idjlal Anas herlambang
Editor : Agus suprianto














