• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Jawa Tengah Terkini

Sigap Deswita, Strategi Pemprov Jateng Kembangkan 1.000 Desa Wisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

Redaksi by Redaksi
November 7, 2026
in Jawa Tengah Terkini
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sigap Deswita, Strategi Pemprov Jateng Kembangkan 1.000 Desa Wisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

SEMARANG – NOTOPROJO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan inovasi Sinergi Governansi Adaptif Desa Wisata (Sigap Deswita) sebagai strategi mempercepat pengembangan desa wisata. Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah (Bangda) Setda Provinsi Jawa Tengah, Eni Lestari, mengatakan, Sigap Deswita dirancang melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pengembangan desa wisata yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah mendukung program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yakni pengembangan 1.000 desa wisata atau kampung wisata sebagaimana tercantum dalam RPJMD 2025–2029.

“Pengelolaan desa wisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Pariwisata. Perlu kolaborasi banyak pihak, dengan masyarakat sebagai akar penggeraknya,” ujar Eni saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2026).

Menurut dia, setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pengembangan desa wisata harus diawali dengan pemetaan potensi serta identifikasi kebutuhan secara spesifik.

Pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pelatihan pengolahan produk lokal, hingga penyediaan sarana dan prasarana menjadi sejumlah aspek yang didorong melalui kerja sama lintas sektor.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, jumlah desa wisata di provinsi tersebut mencapai 899 desa pada 2025. Namun, sekitar 76,2 persen di antaranya masih berada pada kategori rintisan.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, daya tarik, serta kemandirian desa wisata agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi masyarakat.

Eni mencontohkan pengembangan Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Desa tersebut memiliki potensi wisata Sungai Tuntang yang dikembangkan sebagai destinasi rekreasi dan olahraga arung jeram (rafting).

Bahkan, kawasan tersebut pernah menjadi lokasi penyelenggaraan cabang olahraga rafting dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Seiring meningkatnya aktivitas wisata, masyarakat setempat juga didorong menangkap peluang ekonomi melalui penyediaan penginapan atau homestay dengan memanfaatkan rumah tinggal. Selain itu, warga diberikan pelatihan untuk mengembangkan produk olahan pangan berbasis potensi lokal.

Pisang dan singkong, misalnya, diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik, kue, dan aneka makanan lainnya. Pelatihan pengelolaan homestay juga dilakukan agar masyarakat mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

“Ketika kunjungan wisata meningkat dan wisatawan tinggal lebih lama, peluang ekonomi masyarakat juga semakin terbuka. Mereka bisa mendapatkan penghasilan dari homestay, kuliner, maupun produk unggulan desa,” jelasnya.

Eni berharap, Sigap Deswita dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan untuk mendukung target pengembangan 1.000 desa wisata di Jawa Tengah.

Selain memperkuat promosi dan branding destinasi, program tersebut diharapkan menghasilkan basis data mengenai potensi dan kebutuhan setiap desa. Dengan demikian, dukungan pemerintah, dunia usaha, maupun akademisi dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

“Dengan demikian, pengembangan desa wisata tidak sekadar menambah destinasi kunjungan, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal,” pungkas Eni.

Reporter: Idjlal
Editor: Agus Suprianto

Previous Post

BAZNAS Pati Hadirkan Layanan Ambulans Gratis, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Redaksi

Redaksi

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Viral Ribuan Karyawan HWI Jepara Membuat Vidio Discovery Lampu

April 30, 2022

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

Sigap Deswita, Strategi Pemprov Jateng Kembangkan 1.000 Desa Wisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

November 7, 2026

BAZNAS Pati Hadirkan Layanan Ambulans Gratis, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

November 7, 2026

Aksi Humanis Satlantas Pati, Helm Gratis Jadi Pengingat Keselamatan

November 6, 2026

Bukan Sekadar Seremoni, Lapas Pati Jadikan Hari Bakti Kemenimipas Momentum Peduli Lingkungan

November 6, 2026

Recent News

Sigap Deswita, Strategi Pemprov Jateng Kembangkan 1.000 Desa Wisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

November 7, 2026

BAZNAS Pati Hadirkan Layanan Ambulans Gratis, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

November 7, 2026

Aksi Humanis Satlantas Pati, Helm Gratis Jadi Pengingat Keselamatan

November 6, 2026

Bukan Sekadar Seremoni, Lapas Pati Jadikan Hari Bakti Kemenimipas Momentum Peduli Lingkungan

November 6, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

Sigap Deswita, Strategi Pemprov Jateng Kembangkan 1.000 Desa Wisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

November 7, 2026

BAZNAS Pati Hadirkan Layanan Ambulans Gratis, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

November 7, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika