Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Chandra Minta Warga Pati Tetap Kondusif
PATI – NOTOPROJO.ID
Bupati Pati nonaktif Sudewo dijatuhi hukuman 8 tahun 6 bulan penjara dalam perkara korupsi terkait DJKA dan pemerasan dalam pengisian perangkat desa. Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (21/10/2026).
Selain pidana penjara, Sudewo juga dijatuhi denda sebesar Rp300 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, hukumannya diganti dengan pidana kurungan selama 100 hari.
Majelis Hakim turut menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp3,5 miliar. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, Sudewo terancam menjalani pidana penjara pengganti selama dua tahun.
Menanggapi putusan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa proses hukum masih perlu dicermati, termasuk kemungkinan adanya upaya hukum lanjutan.
“Ini tentunya masih tahapan-tahapan lain, mungkin banding atau yang lainnya. Kita lihat dulu prosesnya seperti apa,” ujar Chandra saat ditemui seusai upacara Hari Santri di Puri, Rabu sore.
Chandra juga mengimbau masyarakat Kabupaten Pati agar tetap menjaga kondusivitas daerah di tengah perkembangan perkara yang menjerat kepala daerah nonaktif tersebut.
Menurut dia, stabilitas daerah perlu dijaga agar agenda pembangunan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan.
“Tentunya kita perlu kondusif. Masyarakat Pati masih perlu membangun Kabupaten Pati untuk menjadi lebih makmur dan lebih maju lagi,” katanya.
Tunggu Proses Hukum
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya menggantikan posisi Bupati Pati definitif, Chandra memilih tidak berspekulasi. Ia meminta masyarakat menunggu hingga proses hukum yang berjalan memperoleh kejelasan.
“Nanti kita tunggu, kita lihat prosesnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Chandra menegaskan bahwa perkara hukum yang menjerat Sudewo tidak serta-merta menghentikan aktivitas pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Pati.
Ia menyebut, aktivitas investasi dan perekonomian daerah masih terus berjalan. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati.
“Insyaallah investor masih terus berdatangan. Saya kira ekonomi juga terus berjalan, dengan sekarang ini harga panen juga terus dikasih harga standar oleh pemerintah. Hal ini juga memacu perekonomian Kabupaten Pati untuk jadi lebih bagus,” pungkasnya.
Penulis: Heroe














