Survei Akreditasi RSUD Soewondo Pati, Plt Bupati Tekankan Mutu Layanan Bukan Sekadar Dokumen
PATI – NOTOPROJO.ID
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, survei akreditasi RSUD RAA Soewondo Pati, Jawa Tengah, harus menjadi momentum untuk memastikan peningkatan mutu pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Chandra, akreditasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen dan standar administratif. Proses tersebut harus menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta profesionalisme tenaga kesehatan.
Hal itu disampaikan Chandra saat membuka survei akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) Kementerian Kesehatan RI di RSUD RAA Soewondo Pati, Senin (5/10/2026).
“Survei akreditasi ini bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan,” kata Chandra.
Ia meminta proses survei dilakukan secara objektif, transparan, dan komprehensif. Hasil penilaian, kata dia, diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif yang dapat digunakan rumah sakit untuk memperkuat mutu pelayanan.
Chandra mengatakan akreditasi merupakan salah satu instrumen untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Bagi rumah sakit umum daerah, akreditasi juga merupakan kewajiban yang dilakukan secara berkala. Namun, menurut dia, pencapaian predikat akreditasi bukanlah tujuan akhir.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana predikat tersebut tercermin dalam pengalaman nyata masyarakat ketika menerima pelayanan,” ujarnya.
Pembenahan layanan
RSUD RAA Soewondo Pati memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit tipe B, rumah sakit pendidikan, sekaligus rumah sakit rujukan di wilayah Pantura Timur. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pati bersama manajemen RSUD RAA Soewondo telah melakukan sejumlah pembenahan. Perbaikan tersebut antara lain mencakup pembaruan peralatan medis, seperti peralatan bedah, ekokardiograf, dan X-ray.
Pembenahan juga dilakukan pada ruang pendaftaran, sistem pendingin ruangan, serta sejumlah fasilitas pelayanan lainnya.
” Kami ingin standar pelayanan tidak hanya terpenuhi di atas dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari,” kata Chandra.
Selain sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Pemkab Pati. Chandra mendorong terbentuknya budaya pelayanan yang ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
“Keberhasilan kita bukan hanya terukur dalam dokumen akreditasi, tetapi bagaimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara maksimal dari rumah sakit ini,” ujarnya.
Cath Lab ditargetkan layani peserta BPJS
Di sisi lain, RSUD RAA Soewondo Pati tengah memproses perizinan layanan catheterization laboratory (Cath Lab).
Chandra mengatakan layanan tersebut ditargetkan mulai melayani peserta BPJS Kesehatan pada akhir Oktober 2026. Rencananya, peresmian layanan Cath Lab akan dilakukan bersama anggota DPR RI dan Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Sebelumnya, RSUD RAA Soewondo Pati berhasil meraih predikat akreditasi paripurna. Chandra berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dalam survei kali ini.
Namun, ia kembali menekankan bahwa predikat akreditasi bukan tujuan akhir dari peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.
“Mempertahankan predikat itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kualitasnya hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tutur Chandra.
Chandra juga meminta seluruh jajaran RSUD mengikuti proses survei secara terbuka, jujur, dan apa adanya. Masukan dari para surveyor, menurut dia, perlu dipandang sebagai perspektif profesional untuk memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit pada masa mendatang.
Survei akreditasi tersebut dihadiri tim surveyor LAM-KPRS Kementerian Kesehatan RI. Turut hadir jajaran manajemen RSUD RAA Soewondo Pati serta unsur terkait yang mengikuti rangkaian proses survei.
Editor: Ar














